Kendari – Aktivitas perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kendari terus berjalan aktif dengan produksi ikan yang didominasi sejumlah komoditas unggulan.
Hasil tangkapan nelayan di pelabuhan ini menjadi pasokan penting bagi pasar lokal, antarprovinsi, hingga kebutuhan ekspor.
Pengelola Produksi Perikanan Tangkap PPS Kendari, Irwan Tahir, mengatakan bahwa produksi ikan di PPS Kendari didominasi oleh empat jenis utama.
“Di Pelabuhan Perikanan Samudra Kendari, hasil tangkapan nelayan didominasi ikan layang, cakalang, tuna, baby tuna, dan tuna sirip kuning. Komoditas ini menjadi yang paling banyak diproduksikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PPS Kendari tidak hanya melayani pendaratan ikan, tetapi juga memfasilitasi kegiatan bongkar muat serta pemasaran hasil tangkapan.
Sebagian produksi diserap industri untuk tujuan ekspor, sementara pemasaran lokal dilakukan melalui distribusi darat. Selain itu, hasil tangkapan juga dipasarkan ke Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, serta berbagai daerah di Sultra.
Untuk kapasitas produksi, Irwan menyebutkan bahwa sebagai pelabuhan samudra, standar produksi berada di atas 30 ton per hari.
Namun, capaian tersebut sangat bergantung pada jumlah kapal yang bersandar dan kondisi cuaca di laut.
“Semakin banyak kapal yang masuk, potensi produksi meningkat, meski hasil tangkapan juga sangat dipengaruhi cuaca,” katanya.
Saat ini, lebih dari 400 kapal tercatat beroperasi di PPS Kendari, di luar kapal hand line dan pole and line.
Menurutnya, aktivitas ini mendorong perputaran ekonomi di kawasan pelabuhan yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp2 miliar per hari, mulai dari transaksi pedagang ikan hingga kegiatan industri dan operasional tenaga kerja (redaksi)










