KONAWE SELATAN — MEDIASEKAWAN.COM.|| Pelabuhan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menyiapkan empat kapal feri untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran mobilitas penumpang dan kendaraan yang menyeberang antarpulau selama periode puncak mudik pada Senin, (2/3).
Pihak pengelola pelabuhan menyatakan kesiapan armada tersebut merupakan bentuk respons terhadap meningkatnya kebutuhan transportasi laut menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap tahun, Pelabuhan Torobulu menjadi salah satu titik vital pergerakan masyarakat dari daratan Sulawesi menuju wilayah kepulauan.
Empat kapal feri yang dioperasikan melayani dua rute utama, yakni Torobulu–Tampo di Kabupaten Muna serta Torobulu–Tondasi di Kabupaten Muna Barat. Tiga kapal difokuskan untuk rute Tampo, sementara satu kapal lainnya melayani penyeberangan menuju Tondasi.
Untuk rute Torobulu–Tampo, frekuensi pelayaran diperkirakan mencapai dua hingga enam trip per hari, tergantung pada kondisi antrean kendaraan dan jumlah penumpang di pelabuhan. Jadwal tersebut bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan situasi di lapangan.
Sementara itu, kapal yang melayani rute Torobulu–Tondasi juga disiapkan untuk membantu mengangkut penumpang dari jalur lain apabila terjadi lonjakan signifikan. Skema ini diharapkan dapat mempercepat arus penyeberangan dan mengurangi kepadatan di dermaga.
Selain penambahan armada, pihak pelabuhan juga membuka kemungkinan penambahan trip hingga tiga kali dalam sehari apabila volume penumpang terus meningkat. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif guna mencegah penumpukan kendaraan dan penumpang.
Dalam mendukung kelancaran arus mudik, layanan operasional pelabuhan akan diberlakukan selama 24 jam pada periode H-4 hingga hari H Lebaran. Kebijakan ini bertujuan memberikan waktu layanan yang lebih luas bagi masyarakat yang hendak menyeberang.
Pada malam takbiran, loket penjualan tiket awalnya dijadwalkan tutup pukul 22.00 Wita. Namun, waktu pelayanan dapat diperpanjang hingga pukul 24.00 Wita menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan kebutuhan penumpang.
Sementara itu, pada hari pertama Lebaran, layanan penyeberangan direncanakan kembali beroperasi mulai pukul 11.00 Wita. Pengaturan jadwal ini dilakukan agar tetap menghormati momentum hari raya sekaligus menjaga aksesibilitas transportasi.
Peningkatan kesiapan di Pelabuhan Torobulu menjadi bagian dari strategi penguatan transportasi laut di Sulawesi Tenggara selama musim mudik. Transportasi penyeberangan dinilai masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan antarkabupaten dan antarpulau.
Dengan dukungan armada yang memadai serta pengaturan jadwal operasional yang fleksibel, Pelabuhan Torobulu diharapkan mampu mengurai potensi kepadatan dan memberikan pelayanan optimal kepada para pemudik.
Langkah antisipatif ini sekaligus menjadi komitmen pengelola pelabuhan dalam memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus mudik Lebaran 2026 bagi masyarakat yang hendak kembali ke kampung halaman. (AO)









