KENDARI — Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Jalan Mekar Jaya I, Lorong Lalomasara, Kelurahan Ponggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Selasa (17/2) sore. Api yang diduga pertama kali muncul dari kamar belakang rumah dengan cepat membesar dan merembet hingga ke bagian atas lantai dua, menyebabkan kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta.
Insiden ini terjadi di wilayah padat permukiman, memicu kepanikan warga sekitar yang khawatir api menjalar ke rumah lain. Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari pada pukul 18.35 Wita.
Respons cepat ditunjukkan petugas. Hanya berselang tiga menit, tim langsung diberangkatkan ke lokasi yang berjarak sekitar 2,2 kilometer. Armada tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 18.43 Wita.

Sebanyak tiga unit armada—Unit 013, 011, dan 015—dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Proses pemadaman berlangsung hampir satu jam sebelum api berhasil dikendalikan pada pukul 19.37 Wita. Seluruh personel kembali ke markas lima menit kemudian.
Komandan Peleton 2 Damkarmat Kota Kendari, Sainudin, mengungkapkan titik awal api berada di kamar belakang rumah milik Anton. Dari titik tersebut, api dengan cepat merambat ke bagian atas bangunan.
“Api pertama kali diketahui oleh tetangga korban. Saat kejadian, istri dan anak-anak korban berada di ruang tengah sehingga tidak menyadari api sudah menjalar. Warga sekitar langsung melakukan evakuasi,” jelasnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi rumah mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian belakang dan lantai dua. Struktur bangunan dilaporkan hangus terbakar, sementara sebagian perabotan tak sempat diselamatkan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Aparat berwenang belum memastikan apakah insiden tersebut dipicu oleh korsleting listrik, kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga, atau faktor lainnya.
Proses pemadaman melibatkan tiga regu tim pemadam, dua personel fire button, serta tim patroli untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius bagi warga akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman yang padat dan berjarak rapat antarbangunan.










