Kendari,MediaSekawan.Com. – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan pentingnya menyiapkan umat yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman di tengah tantangan era disrupsi yang kian kompleks.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 di Tamimu Ballroom Nirwana Buton Villa, Kota Baubau, Kamis (8/1/2026).
Menurut Gubernur, pembangunan keagamaan ke depan tidak bisa berjalan normatif semata, tetapi harus dirancang secara visioner dan responsif terhadap perubahan sosial, budaya, dan teknologi.
“Pembangunan umat harus berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, kreativitas, serta pemahaman agama yang kontekstual dan relevan bagi generasi muda,” tegas Andi Sumangerukka.
Ia menilai generasi muda hidup dalam ruang sosial yang semakin terbuka dan otonom. Karena itu, agama perlu hadir sebagai sumber inspirasi dan solusi, tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasinya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Agama atas kontribusinya dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan dan kehidupan keagamaan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama atas dedikasi dan kontribusinya bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Gubernur berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama terus diperkuat demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
Sejalan dengan itu, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menekankan bahwa menyiapkan umat masa depan merupakan pekerjaan besar yang menghadapi tantangan global, mulai dari teologi, politik, hingga budaya.
“Penguatan nasionalisme adalah keharusan. Kekuatan Indonesia terletak pada umat Islam sebagai mayoritas yang mampu menjaga persatuan, menopang stabilitas, dan menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Menag.
Gubernur dan Menteri Agama sepakat bahwa pembangunan umat yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan menjadi kunci menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat fondasi kebangsaan Indonesia./AL.










