Beranda / Daerah / KOSLIWU Kecam Kebakaran Berulang Pasar sentralWakuru, Ningsih Wandra Serbiti Teluma Desak Penegakan Hukum dan Pasar yang Aman

KOSLIWU Kecam Kebakaran Berulang Pasar sentralWakuru, Ningsih Wandra Serbiti Teluma Desak Penegakan Hukum dan Pasar yang Aman

Wakuru – Musibah kembali menimpa Desa matano oe. Untuk keempat kalinya, Pasar sentral wakuru dilalap si jago merah. Kebakaran terbaru ini kembali menghanguskan seluruh area pasar, meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang yang menggantungkan hidupnya di pusat ekonomi desa tersebut.

Pasar sentral wakuru bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan nadi perekonomian masyarakat setempat. Bagi para pedagang, pasar ini merupakan satu-satunya sumber penghidupan. Namun kini, untuk keempat kalinya, mereka harus menatap puing-puing bekas kebakaran yang merenggut harapan dan modal usaha mereka.

Tragedi berulang ini memicu reaksi keras dari kelompok masyarakat sipil Kelompok Studi Pelajar Dan Mahasiswa Saliwunto (KOSLIWU). Salah satu Penggerak KOSLIWU, Ningsih Wandra Serbiti Teluma, menilai kebakaran yang terjadi berulang kali di lokasi yang sama tidak bisa lagi dianggap sebagai musibah biasa.

“Empat kali kebakaran di tempat yang sama bukan sekadar kecelakaan. Ini adalah bukti kegagalan sistemik dan kuat dugaan adanya unsur kesengajaan. Aparat penegak hukum harus bertanggung jawab atas lemahnya pengawasan dan penyelidikan,” tegas Ningsi dalam pernyataan resminya.

Ia mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum yang hingga kini belum mampu mengungkap penyebab pasti kebakaran maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab.

“Mengapa kasus ini terus berulang tanpa ada kejelasan hukum? Rakyat kecil selalu menjadi korban dari kelalaian ini,” tambahnya.

KOSLIWU juga mendesak pemerintah daerah untuk segera bertindak nyata, tidak sekadar memberikan janji. Menurut Ningsih, pembangunan kembali Pasar Wakuru harus dilakukan dengan standar keamanan yang tinggi agar tragedi serupa tidak kembali terulang untuk kelima kalinya.

“Pemerintah harus hadir dan memberikan jaminan keamanan. Jangan biarkan pedagang terus hidup dalam ketakutan kehilangan modal dan mata pencaharian mereka,” ujarnya.

Lebih jauh, KOSLIWU menegaskan bahwa membiarkan Pasar sentral Wakuru tanpa penanganan serius sama saja dengan membiarkan kemiskinan tumbuh di tengah masyarakat.

“Kami tidak butuh janji manis. Kami butuh bangunan pasar yang aman dan penegakan hukum yang tegas, bukan mandul,” tegas Ningsih.

Saat ini, kondisi para pedagang sangat memprihatinkan. Banyak dari mereka kebingungan mencari tempat untuk kembali berjualan demi menyambung hidup.

“Mereka terus bertanya, di mana lagi harus menjajakan dagangannya. Ini adalah situasi yang sangat menyedihkan,” tutup Ningsih Wandra Serbiti Teluma.(redaksi).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *