Kendari,Mediasekawan.com.— Mengantisipasi potensi banjir di musim penghujan, sejumlah pemuda mendorong Pemerintah Kota Kendari segera mengambil langkah konkret berupa pemetaan wilayah rawan dan upaya mitigasi bencana. Pasalnya, curah hujan tinggi, buruknya sistem drainase, serta penumpukan sampah di sejumlah titik dinilai menjadi pemicu utama genangan air.
“Dengan tingginya curah hujan, Pemkot Kendari seharusnya sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan potensi kerugian bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir,” ujar Rasmin Jaya, mantan Ketua DPC GMNI Kendari, Jumat (13/11/2025).
Menurutnya, permasalahan banjir selalu berulang setiap musim hujan tiba. Karena itu, ia menilai penting bagi pemerintah untuk melibatkan pemuda dan mahasiswa dalam penanganan langsung di lapangan.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain utama, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti penanganan korban banjir,” tegas Rasmin.
Ia juga menyarankan agar Pemkot Kendari membentuk tim relawan kemanusiaan di setiap kelurahan dengan melibatkan pemuda lokal, sehingga respon terhadap bencana bisa dilakukan secara cepat dan efektif.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembersihan drainase secara berkelanjutan, bukan hanya dilakukan saat musim hujan. Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan kota sekaligus mengurangi risiko genangan air akibat tersumbatnya saluran.
“Banyak drainase di Kendari yang sudah mengalami penumpukan lumpur. Kalau ini dibersihkan secara rutin, genangan air bisa diminimalkan,” katanya.
Rasmin juga mendorong Pemkot Kendari untuk bersikap tegas dan konsisten dalam mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama di daerah yang memiliki potensi banjir dan longsor tinggi.
Ia menambahkan, pemerintah perlu memperkuat koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam penanganan masalah tersebut, sekaligus membuka layanan kedaruratan agar masyarakat terdampak bisa segera diidentifikasi dan ditangani.
“Saya pikir ini bentuk kepedulian bersama. Kita harus saling membantu agar tidak ada lagi korban jiwa maupun kerugian ekonomi akibat banjir,” tuturnya.
Lebih jauh, Rasmin mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda dan mahasiswa, untuk membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah. Ia berharap upaya bersama ini dapat mewujudkan Kota Kendari yang lebih sejahtera, aman, dan damai.(redaksi).










