Beranda / Hukum/Kriminal / SEMA SULTRA GUNCANG POLRESTA KENDARI: Terduga Penimbun Solar Dibebaskan, Publik Curiga Ada “Main Mata”! Polisi Didesak Buka-bukaan

SEMA SULTRA GUNCANG POLRESTA KENDARI: Terduga Penimbun Solar Dibebaskan, Publik Curiga Ada “Main Mata”! Polisi Didesak Buka-bukaan

Kendari — Keputusan Polresta Kendari yang membebaskan seorang terduga pelaku penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar memicu gelombang kecurigaan dan kemarahan publik. Kasus yang menyeret nama Ardi, pengawas SPBU Martandu, kini menjadi sorotan tajam karena dinilai sarat kejanggalan dan minim transparansi.

Sebelumnya, pada Kamis (2/4), aparat kepolisian mengamankan Ardi terkait dugaan praktik penimbunan BBM bersubsidi—kejahatan yang selama ini dianggap merugikan masyarakat luas. Dalam operasi tersebut, polisi bahkan menemukan barang bukti berupa solar di kediaman terduga pelaku. Fakta ini sempat menguatkan dugaan adanya praktik ilegal yang terorganisir.

Namun publik dibuat terkejut. Hanya berselang dua hari, tepatnya Sabtu (4/4), Ardi justru dibebaskan tanpa penjelasan yang terang. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Polresta Kendari mengenai dasar hukum atau alasan pembebasan tersebut.

Situasi ini memantik spekulasi liar. Banyak pihak menilai ada yang tidak beres dalam proses penegakan hukum. Dugaan “main belakang” hingga perlakuan tebang pilih mulai ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.

Sorotan keras datang dari SEMA Sultra. Melalui pernyataan resminya, SEMA Sultra secara tegas mendesak kepolisian untuk segera membuka fakta sebenarnya kepada publik.

“Kami tidak ingin hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Jika memang ada pelanggaran, proses harus transparan dan tidak boleh ditutup-tutupi,” tegas Dayat.

SEMA Sultra juga melontarkan ultimatum keras. Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dari pihak kepolisian, mereka siap menggerakkan aksi massa sebagai bentuk tekanan publik.

“Jangan biarkan kepercayaan masyarakat hancur karena sikap diam aparat. Kami siap turun ke jalan jika kebenaran terus disembunyikan,” lanjutnya.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi kredibilitas Polresta Kendari. Publik menunggu—apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru tunduk pada kepentingan tertentu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih bungkam. Transparansi kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan./Red.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *