Kendari, Mediasekawan.com. – Suasana Aula SMAN 8 Kendari tampak hidup pada Rabu (5/11), saat 520 siswa dan siswi mengikuti sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk membentengi generasi muda dari ancaman narkoba yang kian mengintai, khususnya di lingkungan pendidikan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMAN 8 Kendari, Sarkia, S.Pd., M.Si, bersama jajaran pejabat dari BNNP Sultra.
Dalam sambutannya, Sarkia menyampaikan apresiasi atas langkah BNNP Sultra yang turun langsung ke sekolah. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan, tetapi juga langkah nyata dalam membangun karakter dan kesadaran siswa agar menjauhi narkoba.
“Kami berharap kegiatan ini mampu membuka mata para pelajar bahwa narkoba bukan hanya merusak masa depan, tapi juga menghancurkan generasi,” ujarnya.
Sesi sosialisasi dipandu oleh Muhammad Syarif, SKM., M.Kes, Ketua Tim Bidang Pencegahan BNNP Sultra. Dengan gaya penyampaian yang lugas, ia memaparkan beragam jenis narkoba, dampak medisnya, serta konsekuensi hukum yang mengintai siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaannya.
Tak hanya materi edukatif, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan menyanyikan Mars BNN dan lagu Bangun Pemuda Pemudi Indonesia — sebagai bentuk penguatan semangat nasionalisme dan penanaman nilai anti-narkoba di kalangan remaja.
Melalui pendekatan yang interaktif dan inspiratif, para siswa diajak bukan hanya untuk paham, tetapi juga untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka — menyebarkan pesan bahaya narkoba kepada teman sebaya.
Menutup kegiatan, Sarkia kembali menegaskan komitmen sekolahnya.
“Kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut. Generasi muda Kendari harus tumbuh dengan kesadaran, semangat, dan gaya hidup yang sehat serta produktif,” tandasnya.(redaksi).










