Kendari, Mediasekawan.com. — Demisioner Ketua DPC GMNI Kendari periode 2023–2025, Rasmin Jaya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada insan pers atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin selama masa kepemimpinannya. Ia menilai media memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas organisasi, khususnya dalam publikasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat luas.
Dalam keterangan persnya, Rasmin menegaskan bahwa media massa merupakan penyangga demokrasi, berfungsi sebagai kontrol sosial, sekaligus penjaga kepercayaan publik melalui penyampaian berita yang benar, akurat, dan berimbang.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi publikasi media terhadap setiap kegiatan GMNI Kendari. Tanpa peran media, gagasan dan tema strategis yang kami usung tak akan tersampaikan secara luas kepada pemerintah maupun masyarakat,” ujar Rasmin.
Menurutnya, GMNI Kendari senantiasa memandang media—baik konvensional maupun digital—sebagai mitra strategis dalam membangun sinergitas. Melalui media, berbagai informasi organisasi, isu sosial, serta pandangan politik dapat tersampaikan kepada publik secara konstruktif.
“Media menjadi sarana penting dalam membentuk opini publik dan mengawal isu-isu sosial di berbagai sektor,” imbuhnya.
Rasmin menilai, media berperan besar dalam memperkuat fungsi kontrol sosial GMNI terhadap kebijakan publik. Kolaborasi tersebut memungkinkan organisasi mahasiswa ini memperluas jangkauan gerakan, meningkatkan kesadaran publik, dan memastikan akuntabilitas pemangku kepentingan.
Ia juga mengaku bersyukur atas peran media selama dua tahun kepemimpinannya. “Dalam setiap dinamika dan kegiatan organisasi, peran media tidak pernah terpisahkan,” ujarnya.
Terkait pengawalan kebijakan publik, Rasmin menyebut GMNI Kendari selalu berupaya menjadi “rem dan gas” yang seimbang, agar setiap kebijakan tetap berada di jalur yang benar.
“Sebagai mitra kritis dan strategis, kita harus bersama-sama mengawal pembangunan dan kebijakan di Kota Kendari. Kader GMNI harus mampu melahirkan gagasan dan program konstruktif yang berdampak pada pembangunan serta pemberdayaan pemuda,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rasmin menuturkan bahwa di sektor sosial, ekonomi, politik, dan demokrasi, GMNI Kendari kerap menjadi pelopor berbagai dialog dan wacana strategis. Ia optimistis, kolaborasi dengan media dan organisasi gerakan lainnya akan terus memperkuat peran GMNI dalam mengawal kebijakan publik di tingkat daerah hingga nasional.
Meski demikian, ia mengakui bahwa perkembangan media sosial membawa perubahan signifikan terhadap pola gerakan mahasiswa. Kini, kritik dan gagasan tidak hanya disuarakan di jalan, tetapi juga menggema di ruang digital.
“Kampanye di media sosial sudah menjadi tren yang tidak bisa diremehkan. Selain sebagai sarana kampanye, ruang digital juga efektif untuk konsolidasi gerakan, terutama bagi generasi muda yang lekat dengan teknologi,” jelasnya.
Kendati demikian, Rasmin menilai aksi langsung di lapangan tetap memiliki daya dobrak tersendiri.
“Aksi turun ke jalan memberi dampak nyata karena ada interaksi langsung dengan pembuat kebijakan,” katanya.
Ia juga mencermati menurunnya minat mahasiswa terhadap organisasi pergerakan, yang menunjukkan tantangan baru bagi generasi muda dalam menjaga sikap kritis terhadap isu sosial dan politik.
“Hanya saja, gaya dan medium mereka kini berubah. Media sosial menjadi ruang baru untuk menyampaikan kritik,” tutupnya.
Menutup pernyataannya, Rasmin kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pers yang telah mendukung setiap kegiatan GMNI Kendari.
“Ini adalah bentuk pengabdian yang paling konkret—memberi efek perubahan bagi mahasiswa dan masyarakat secara luas,” pungkasnya./AL.










