Kendari, Mediasekawan.com 2 Oktober 2026 – Sejumlah wartawan mengaku mendapat respons kurang menyenangkan saat melakukan konfirmasi terkait aduan masyarakat mengenai dugaan persoalan limbah di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lorong Garuda, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Kamis (1/10/2026).
Informasi mengenai persoalan tersebut sebelumnya diperoleh awak media setelah adanya laporan masyarakat yang mempertanyakan kondisi limbah di sekitar SPPG.
Menindaklanjuti informasi itu, wartawan kemudian berupaya meminta penjelasan langsung kepada pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.
Sebelumnya, awak media menemui salah seorang pegawai Kecamatan Puuwatu bernama Arman. Ia menyampaikan bahwa Camat Puuwatu sedang berada di kawasan Lorong Garuda untuk meninjau lokasi SPPG setelah menerima aduan masyarakat mengenai persoalan limbah.
Sejumlah wartawan mendatangi lokasi SPPG untuk meminta konfirmasi dan klarifikasi terkait adanya laporan masyarakat.
Namun, menurut keterangan wartawan yang berada di lokasi, upaya tersebut mendapat respons dengan nada tinggi serta sejumlah ucapan yang dinilai kurang pantas dari seorang pria yang diduga berada di lingkungan SPPG.
Wartawan juga menyebut pria tersebut mengenakan pakaian singlet dan memiliki tato. Kendati demikian, identitas, jabatan, maupun status pria tersebut sebagai pekerja SPPG belum dapat dipastikan secara independen.
Respons tersebut menjadi perhatian karena wartawan sedang menjalankan fungsi konfirmasi atas informasi yang sebelumnya disampaikan masyarakat. Konfirmasi dari pihak yang menjadi sorotan diperlukan agar pemberitaan tidak hanya berdasarkan satu sisi informasi.

Persoalan dugaan limbah di lingkungan SPPG juga dinilai penting mendapat penjelasan terbuka, mengingat keberadaan fasilitas tersebut berkaitan dengan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat.
Sesuai Laporan Warga Bahwa SPPG Tersebut merupakan Rumah Pribadi bukan Bangunan Baru, sehingga Wartawan di Lapangan SPPG tersebut memang rumah pribadi bukan SPPG Yang Layak seperti SPPG Pada Umimnya, bahkan dinilai tidak layak jadi SPPG atas kejadian tersebut di minta Badan Gizi Nasional dan Yayasan yang menaungi agar lakukan evaluasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG belum memberikan penjelasan mengenai dugaan persoalan limbah maupun respons terhadap kedatangan wartawan untuk melakukan konfirmasi.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada pihak SPPG maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan atas informasi yang diberitakan.
Redaksi : Mediasekawan













