Beranda / News / Bangun Kemandirian Ekonomi, Desa Tumada Fokus Kembangkan Pertanian dan Perikanan

Bangun Kemandirian Ekonomi, Desa Tumada Fokus Kembangkan Pertanian dan Perikanan

KABUPATEN BUTON – Pengembangan potensi pertanian dan perikanan dinilai menjadi kunci kebangkitan ekonomi Desa Tumada, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Hal itu disampaikan dalam paparan strategi kebijakan pembangunan desa berbasis sumber daya lokal.

Desa Tumada yang memiliki luas wilayah sekitar 27,60 kilometer persegi disebut menyimpan potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Kedua sektor tersebut selama ini menjadi tumpuan utama mata pencaharian masyarakat setempat.

Komoditas kelapa menjadi salah satu kekuatan utama desa yang dinilai perlu dikelola secara lebih profesional dan berorientasi pada nilai tambah. Kelapa tidak hanya dapat dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti kopra, minyak kelapa, VCO, gula merah dari nira, hingga produk berbasis sabut dan tempurung.

Pengembangan kelapa berbasis agribisnis dinilai berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda. Selain kelapa, tanaman pangan seperti jagung dan umbi-umbian juga disebut memiliki prospek untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.

Di sektor kelautan, Desa Tumada memiliki potensi pada perikanan tangkap. Namun, kondisi perairan setempat belum mendukung budidaya rumput laut secara optimal karena faktor arus dan karakter dasar perairan.

Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan armada nelayan kecil, penyediaan alat tangkap ramah lingkungan, pembangunan fasilitas penyimpanan dingin, serta perluasan akses pemasaran hasil tangkapan ke wilayah kabupaten maupun kota terdekat.

Sejumlah langkah strategis turut diuraikan, mulai dari pemetaan potensi secara menyeluruh, penguatan kelompok tani, hingga pengembangan produk turunan agar masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah.

Pemanfaatan Dana Desa untuk pembangunan infrastruktur produktif seperti jalan usaha tani, gudang penyimpanan, dan sarana pendukung nelayan dinilai menjadi prioritas dalam mendukung sektor unggulan tersebut.

Selain itu, kerja sama dengan pemerintah kabupaten melalui dinas terkait untuk memperoleh pelatihan, bibit unggul, dan bantuan alat produksi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan.

Upaya pemberdayaan pemuda desa melalui pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital juga ditekankan agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan perencanaan yang matang, pengelolaan transparan, dan komitmen bersama, Desa Tumada diharapkan mampu tumbuh sebagai desa mandiri yang bertumpu pada kekuatan ekonomi lokal. (Fr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *