Kendari Mediasekawan.com. – Publik Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, sedang heboh dengan unggahan di media sosial dari dr. Ruhwati Kadir, Sp.OG (dikenal akrab dr. Ati), dokter spesialis obgyn RSUD dr. L. M. Baharuddin Raha. Dalam postingannya, dr. Ruhwati memperlihatkan kondisi ruang operasi yang dinilainya sangat memprihatinkan, beserta keluhan tentang peralatan kesehatan (alkes) yang dianggap sudah tidak layak digunakan.
Secara kelembagaan, BEM FKIP Universitas Halu Oleo (UHO) menyatakan dukungan kepada langkah yang diambil dr. Ruhwati. Dalam pernyataannya, Ketua BEM FKIP UHO Ferli Muhammad Nur menyebut bahwa masalah ini menyangkut kepentingan banyak masyarakat, terutama nyawa dan keselamatan warga Muna. “Setiap orang berhak bersuara, apalagi yang disampaikan benar adanya. Kadang pemerintah hanya merespons jika viral, jadi ini harus menjadi perhatian Pemda setempat,” ungkap Ferli.
Ferli juga menekankan agar pihak direktur RSUD jangan mencoba mengintervensi dr. Ruhwati. Menurutnya, secara logis tidak mungkin dr. Ruhwati mau mengviralkan hal ini jika keluhan sebelumnya langsung diatensi oleh pihak rumah sakit. “Saya sangat mengapresiasi keberanian dr. Ruhwati,” katanya.
Selain itu, Ferli menilai bahwa Pemda dan pihak RSUD tampak “anti kritik” karena lebih banyak melakukan klarifikasi dan mencari sumber kebenaran daripada menjadikannya evaluasi. Dia juga menekankan agar Para Penegak Hukum (APH) segera turun melakukan investigasi terhadap kondisi ruang operasi yang menjadi perdebatan.
“saya sampaikan kepada Ibu dr. Ruhwati: jangan pernah takut, karena banyak pihak yang mendukung keberanian Ibu,” tutup Ferli.










