Beranda / Hukum/Kriminal / Kasus Diduga Intip Wanita Mandi di Kendari: Pelaku Teken Surat Pernyataan, Warga Desak Keamanan Lingkungan Diperketat

Kasus Diduga Intip Wanita Mandi di Kendari: Pelaku Teken Surat Pernyataan, Warga Desak Keamanan Lingkungan Diperketat

Kendari , MediaSekawan.Com.— Kasus dugaan aksi pengintaian terhadap seorang wanita yang sedang mandi di kawasan perumahan Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, akhirnya diselesaikan melalui proses mediasi. Namun, peristiwa yang sempat terekam kamera warga itu meninggalkan catatan serius soal keamanan lingkungan dan perlindungan warga—khususnya perempuan.

Korban berinisial A menyebut, terduga pelaku LOM mendatangi rumahnya pada Jumat (2/1/2026) malam untuk menyampaikan permohonan maaf. Kedatangan tersebut didampingi keluarga, Ketua RT, dan aparat Polsek Poasia.

“Dia sudah datang minta maaf. Ada keluarganya, RT, dan polisi,” ujar A, Sabtu (3/1).

Sebelum perdamaian dilakukan, LOM sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Meski rekaman video diperlihatkan, yang bersangkutan tetap membantah melakukan pengintaian.

“Dia tidak mengakui, padahal ada rekaman,” kata A.

Meski korban memilih jalur damai, kesepakatan itu disertai syarat keras. LOM menandatangani surat pernyataan tertulis, berjanji tidak mengulangi perbuatannya, serta dilarang kembali memasuki area perumahan.

“Kalau masih datang, akan langsung diamankan,” tegas A.

Warga Resah, Isu Keamanan Jadi Sorotan

Peristiwa ini memicu diskusi serius di lingkungan warga. Kejadian pengintaian dianggap sebagai alarm kewaspadaan, terlebih insiden terjadi di kawasan pemukiman yang seharusnya menjadi ruang aman bagi penghuni.

Warga menilai kasus ini tidak sekadar persoalan etik, tetapi berpotensi menjadi ancaman keselamatan, sehingga diperlukan langkah pencegahan yang lebih sistematis.

Korban berharap kejadian serupa tidak terulang dan meminta masyarakat memperkuat solidaritas pengawasan lingkungan.

Kronologi Singkat Peristiwa

Insiden bermula pada Kamis (1/1) malam ketika seorang pria tak dikenal kepergok berada di sekitar rumah korban. Aksi tersebut sempat direkam dan menyebar di kalangan warga, memicu gelombang keresahan.

Meski kasus berakhir damai, warga menilai penyelesaian sosial harus dibarengi dengan pengawasan berkelanjutan agar tidak menormalisasi tindakan serupa di kemudian hari(redaksi).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *