KONAWE SELATAN — MEDIASEKAWAN.COM.|| Program KKN Tematik Universitas Mandala Waluya yang dilaksanakan di Desa Bangun Jaya resmi berakhir pada 3 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak 2 Februari 2026 tersebut mengusung fokus utama pada penguatan ketahanan kesehatan desa melalui pendekatan kolaboratif antara mahasiswa, aparat desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Sejak awal pelaksanaan, tim KKN melakukan pemetaan kebutuhan bersama pemerintah desa dan puskesmas setempat. Langkah ini ditempuh guna memastikan setiap program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat serta dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian luas adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini disambut antusias oleh warga karena memberikan akses pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, sekaligus mendorong kesadaran pentingnya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan.
Di sektor pendidikan, mahasiswa menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Dasar setempat. Edukasi tersebut menitikberatkan pada pembiasaan pola hidup sehat sejak usia dini, mulai dari praktik mencuci tangan yang benar hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah.

Edukasi juga menyasar masyarakat umum melalui penyuluhan penggunaan obat yang baik dan benar. Materi yang diberikan mencakup tata cara penggunaan antibiotik secara rasional serta pemahaman prinsip DAGUSIBU guna mencegah kesalahan penggunaan obat di lingkungan masyarakat.
Sebagai upaya mendorong kemandirian kesehatan keluarga, mahasiswa turut menginisiasi pembuatan Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program ini bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan sederhana yang mudah dijangkau dan berkelanjutan.
Mahasiswa KKN juga berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dalam kegiatan posyandu. Sinergi tersebut memperkuat layanan kesehatan dasar sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pemantauan kesehatan ibu dan anak secara rutin.
Selain program kesehatan, mahasiswa bersama warga melaksanakan agenda perlombaan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan, seperti lomba adzan, ceramah agama, serta sejumlah kegiatan keagamaan lainnya. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembinaan spiritual, tetapi juga mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat desa.
Meski rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, pelaksanaan KKN Tematik tidak terlepas dari sejumlah kendala. Partisipasi masyarakat di beberapa dusun masih belum optimal, ditambah keterbatasan fasilitas seperti jaringan internet, kendaraan operasional, serta tidak tersedianya alat presentasi yang memadai untuk menunjang kegiatan edukasi.
Kondisi ini menunjukkan masih adanya keterbatasan infrastruktur penunjang di tingkat desa. Mahasiswa KKN berharap persoalan tersebut dapat memperoleh perhatian serius dari pemerintah setempat, baik Bupati maupun Gubernur, agar dukungan terhadap sarana dan prasarana kesehatan serta fasilitas edukasi di desa dapat ditingkatkan.
Dengan adanya perhatian dan dukungan kebijakan yang konkret, program peningkatan kesehatan masyarakat diyakini dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Koordinator Desa, Rivaldy Tri Adiyaksyah, menegaskan bahwa KKN Tematik ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk hadir dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat. Ia berharap seluruh program yang telah dijalankan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif warga Desa Bangun Jaya dalam menjaga kesehatan serta mendorong praktik hidup sehat yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. (AO)










