Beranda / Peristiwa / Dugaan Keracunan Massal di Kendari: 36 Orang Tumbang Usai Konsumsi Makanan Pesantren, Polisi Selidiki Keamanan Pangan

Dugaan Keracunan Massal di Kendari: 36 Orang Tumbang Usai Konsumsi Makanan Pesantren, Polisi Selidiki Keamanan Pangan

MEDIASEKAWAN.COM. — Dugaan keracunan makanan massal mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sebanyak 36 orang dilaporkan tumbang dan harus menjalani perawatan medis setelah mengonsumsi makanan bersama yang diduga berasal dari salah satu pesantren di wilayah tersebut. Aparat kepolisian kini bergerak melakukan penyelidikan menyeluruh.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, mengungkapkan bahwa para korban saat ini tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Rinciannya, 10 orang dirawat di Puskesmas Puuwatu, 9 orang di RS Antero Hamra, 9 orang di RS Bhayangkara, dan 8 orang lainnya di RSUD Kota Kendari.

“Total sementara korban yang terdata berjumlah 36 orang. Gejala yang dialami hampir seragam, mulai dari demam, mual, muntah, pusing, hingga lemas,” kata Ariel, Minggu (11/1/2026).

Temuan awal petugas medis menunjukkan pola waktu yang tidak biasa. Sebagian korban mulai merasakan keluhan sejak waktu subuh, sementara gelombang lainnya muncul hampir bersamaan pada pagi hingga sore hari. Pola ini menguatkan dugaan adanya paparan dari sumber yang sama.

Keterangan para korban semakin memperjelas arah penyelidikan. Sejumlah korban mengaku tidak mengonsumsi makanan pada pagi maupun siang hari, namun tetap mengalami gangguan kesehatan. Mereka menyebut makanan terakhir yang dikonsumsi berasal dari kegiatan bersama di sebuah sekolah keagamaan, Sabtu malam (10/1/2026).

“Menu yang dikonsumsi berupa ayam, mi, dan nasi. Makanan tersebut merupakan konsumsi bersama dan bersumber dari makanan di salah satu pesantren di Kendari,” ungkap Ariel.

Dengan memperhatikan kesamaan menu, jumlah korban yang besar, serta rentang masa munculnya gejala, kepolisian menduga kuat adanya masa inkubasi tertentu sebelum gangguan kesehatan dirasakan para korban.

“Gejala baru muncul beberapa jam kemudian, mulai subuh hingga siang dan sore hari. Ini masih kami dalami,” tambahnya.

Peristiwa ini sekaligus menyoroti aspek keamanan pangan dan pengawasan makanan massal, terutama pada kegiatan keagamaan dan pendidikan yang melibatkan banyak orang. Hingga kini, Polresta Kendari masih melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk menelusuri proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan, guna memastikan penyebab pasti kejadian serta mencegah kemungkinan bertambahnya korban.**

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *