Mataram — Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Se-Nusantara Tahun 2025 resmi dibuka pada Jumat (5/12) di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi nasional mahasiswa NU dalam menegaskan posisi dan peran strategisnya di garis perjuangan bangsa.
Mukernas yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran peserta dari Sabang hingga Merauke mencerminkan kuatnya jaringan dan soliditas gerakan mahasiswa PTNU dalam merespons tantangan sosial, ekonomi, dan kebangsaan ke depan.
Ketua BEM UNU NTB, Indra Ramadhan, selaku shohibul bait, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada UNU NTB sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa seluruh panitia telah berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik meski dengan berbagai keterbatasan.
“NTB membuka diri sepenuhnya untuk menjadi rumah bersama mahasiswa NU se-Nusantara. Semoga seluruh peserta merasa nyaman dan mendapatkan pengalaman berharga selama Mukernas berlangsung,” ujarnya.
Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I, menyebut Mukernas BEM PTNU 2025 sebagai momentum bersejarah karena bertepatan dengan peringatan 11 tahun berdirinya UNU NTB. Ia memaparkan capaian kampus yang terus berkembang, mulai dari jumlah mahasiswa aktif, capaian akreditasi, hingga jejaring internasional.
Dalam sambutannya, Rektor juga mengajak mahasiswa NU untuk berani tampil di garda terdepan perubahan, menjaga idealisme, serta tidak ragu mengambil peran strategis di tengah dinamika zaman.
Ketua Presidium Nasional BEM PTNU, Achmad Baha’ur Rifqi, menegaskan bahwa Mukernas bukan sekadar forum organisasi, melainkan ruang strategis untuk merumuskan arah perjuangan mahasiswa NU secara nasional. Ia mengapresiasi militansi peserta yang rela menempuh perjalanan panjang demi mengikuti agenda konsolidasi ini.
“BEM PTNU akan terus berdiri di jalur perjuangan ulama dan bangsa, dengan semangat pengabdian dan persatuan. Inilah kekuatan utama gerakan mahasiswa NU,” tegasnya.
Rangkaian Mukernas juga diisi dengan Pendidikan Kader Muda NU (PKMNU) yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kader di berbagai sektor strategis, seperti kepemimpinan, kewirausahaan, ketahanan pangan, analisis kebijakan publik, dan penguatan peran media.
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, yang hadir membuka acara, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai fondasi utama keberhasilan perjuangan mahasiswa dan umat. Menurutnya, mahasiswa NU harus mampu memadukan idealisme dengan kemandirian dan kemampuan adaptif terhadap perubahan.
“Perjuangan tanpa fondasi ekonomi yang kuat akan mudah goyah. Mahasiswa harus siap menjadi aktor perubahan, bukan sekadar penonton,” pesannya.
Sebagai tanda dimulainya Mukernas BEM PTNU 2025, dilakukan pemukulan Gendang Beleq oleh Gubernur NTB bersama Rektor UNU NTB dan unsur pimpinan lainnya. Mukernas ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 5–7 Desember 2025.
Sebagai penutup rangkaian pembukaan, panitia juga meluncurkan 12 portal berita BEM PTNU yang tergabung dalam jaringan bemptnunews.com dengan tagline “Suara Mahasiswa Nusantara”. Peluncuran ini menandai komitmen BEM PTNU dalam memperkuat transformasi digital dan memperluas peran mahasiswa NU di ruang publik.
Mukernas BEM PTNU 2025 diharapkan menjadi titik tolak penguatan gerakan mahasiswa NU yang progresif, kolaboratif, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.**










