Polman,Mediasekawan.com. — Situasi di kawasan Sentral, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), mendadak memanas. Seorang warga bernama Musdalifah diduga dengan enteng menyeret nama Kapolres Polman saat pembongkaran pagar seng berlangsung. Pernyataan itu sontak memicu kemarahan Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LPKPK).
Tokoh LPKPK, Udin, yang berada langsung di lokasi, tak bisa menyembunyikan kekesalannya.
“Saya dengar sendiri dia bilang, ‘bongkar saja, ini perintah Kapolres!’ Saya tanya ulang dua kali, dan dia tetap bilang begitu,” tegas Udin dengan nada tinggi.

Menurut Udin, ucapan itu bukan hanya ngawur, tapi juga mencoreng netralitas institusi kepolisian.
“Kenapa berani-beraninya bawa nama Kapolres? Ini sudah kelewatan! Polisi itu netral, bukan alat untuk membenarkan tindakan semena-mena,” ujarnya geram.
Ia menegaskan, LPKPK tidak akan diam dan siap mendesak aparat menelusuri siapa sebenarnya yang memberi perintah tersebut.
“Kalau betul dia cuma ngarang, itu pencatutan nama institusi. Harus ditangkap dan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Udin juga mengungkap, dirinya sempat menegur langsung beberapa anggota polisi di lokasi agar tidak menutup mata terhadap pernyataan itu.
“Saya sudah bilang ke anggota Intel Polres, tolong ditindak! Jangan diam saja. Kalau dibiarkan, masyarakat bisa salah paham seolah benar perintah Kapolres,” ujarnya.
LPKPK menilai, penggunaan nama besar institusi kepolisian demi kepentingan pribadi adalah tindakan berbahaya dan harus segera diusut.
“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Siapa pun yang mencatut nama Kapolres, harus diproses hukum. Ini bukan urusan sepele,” tutup Udin tajam./AL.










