Beranda / Daerah / Terobosan GMNI, Spirit Kader Naik Kelas dan Berdaya Guna‎

Terobosan GMNI, Spirit Kader Naik Kelas dan Berdaya Guna‎


‎Opini : Rasmin Jaya (Mantan Ketua DPC GMNI Kendari, Kader GMNI Sultra)

‎Terobosan GMNI, spirit kader naik kelas dan berdaya guna dalam segala sektor dan ruang pengabdian.

‎Satyatama, bina diri, bina ilmu, bina bangsa menjadikan GMNI naik kelas bukan hanya narasi kosong, ia hadir atas panggilan dari semangat kader untuk terus mengabdi kepada Republik yang kita cintai ini.

‎Tagline ini bukan hanya menjadi strategis, tetapi menjadi hidup dan bernyawa, yang lahir dari hati yang penuh harap tentang kebesaran GMNI ke depan dan masa depan kadernya.

‎Maka tidak heran, dalam waktu yang begitu sikap, giat organisasi terkonsolidasi dengan baik, turun ke basis menghimpun harapan kader, mengucurkan berbagai program produktif untuk memudahkan kader bisa lebih berdaya, bersaing, dan terus mempunyai spirit Satyatama.

‎Ketua Umum terpilih Risyad Fahlevi dan Sekjen Patra Dewa begitu getol menginternalisasi penataan organisasi, tidak mudah, sangat sulit di tengah pusaran dinamika politik nasional yang tak berkesudahan.

‎Tapi mereka, optimis, punya tekad yang lebih panjang dari pada tarikan nafas, dan punya harapan melampaui generasi dan zamannya.

‎Sebab perjalanan, mereka melalui proses tempaan yang panjang dalam kawah candradimuka, hingga membentuk mereka sampai saat ini.

‎Program prioritas dan strategis menyentuh relung hati kader dari setiap proses aktivis mereka, misalnya bantuan pendidikan, di bidang hukum, UMKM, hingga berbagai program lainnya yang terasa sangat bermanfaat.

‎Tentu, setiap proses kepemimpinan selalu ada kejutan, hal baru, produktivitas dan kreativitas yang terus hidup secara terus menerus dan berkesinambungan. Begitupun dengan pemimpin, selalu ada hitam putih.

‎Ada kelebihan, ada kekurangan, kenapa GMNI selalu getol untuk terus bergotong royong dan merawat insan intelektual muda Marhaenis. Sebab untuk menutupi semua itu, sebab pendekatan kulturalah yang membuat kita ada rasa memiliki dan merasakan senasib sepenanggungan.

‎Kita bangga, di bekali banyak proses, pendidikan dan pengalaman yang tetap tetap hidup dan terus berdampak pada masyarakat yang kita perjuangkan.

‎Meskipun, GMNI naik kelas, hingga masuk dalam pusaran elit politik dan kekuasaan, ia tak akan lupa khitah perjuangannya, akar kulturalnya, ia ada dan terus hidup di antara para nelayan, petani yang membajak sawah, buruh yang memperjuangkan upahnya hingga kaum miskin kota lainnya yang berada di simpang kiri kanan.

‎Dalam arus dinamika politik nasional dan global yang tak menentu, keberpihakan kita tetap berdiri kokoh dan tegas di atas kepentingan pribadi yakni rakyat, marhaen.

‎Sekali lagi, kader GMNI harus terus berselancar di tengah pusaran dinamika, memantaskan kualitas intelektual, tajam dalam analisis fenomena serta berdampak dalam arus pergerakan demokratisasi.

‎Saya kira itu adalah angin segar bagi kader GMNI nusantara untuk memantik kembali semangat dan perjuangan yang terkandung dalam nilai-nilai luhur ajaran Marhaenisme.

‎Yang mungkin juga akan menjadi semangat baru untuk para calon Marhaenis untuk berbuat lebih banyak, mewakafkan dirinya, mendedikasikannya waktu, tenaga dan pikirannya untuk perjuangan massa marhaen, tetapi yang pasti harus di topang dengan pengembangan diri, keterampilan, skil, dan terus maju ke depan.

‎Sebab tantangan akan semakin keras, dinamika akan semakin dinamis di ikuti perkembangan global yang serba tak menentu dan ideologi Marhaenisme, Pancasila, Nasionalisme harus tetap hidup dalam pikiran, jiwa dan hati dari kita semua sebagai pengikut ajaran bung Karno.

‎Kesetiaan itulah yang membuat kita tahan dalam kondisi apapun,  semakin teruji, dengan konsistensi, komitmen dengan terus berkarya, mencipta dan memimpin agar menjadi bekal masa depan yang lebih baik.

‎Sekali lagi semangat dan capaian tersebut bagian dari implementasi Satyatama GMNI, bina diri, bina ilmu, dan bina bangsa sebagai upaya nyata membangun kualitas personal kader, memperkuat kapasitas intelektual, serta menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkontribusi bagi bangsa.

‎DPP GMNI terus berkomitmen menguatkan jejaring mitra strategis sebagai langkah sistematis dalam pengembangan sumber daya kader. Pendidikan dan peningkatan kapasitas menjadi fondasi penting agar GMNI mampu menjawab tantangan zaman dan melahirkan kader-kader unggul.

‎Inilah ikhtiar bersama untuk mewujudkan GMNI Naik Kelas, maju secara kualitas, kuat secara ideologi, dan berdampak bagi Indonesia menuju Indonesia Maju, Adil, dan Makmur.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *