Beranda / Daerah / Pemkot Kendari Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Ritel Modern dan Ekonomi Kerakyatan

Pemkot Kendari Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Ritel Modern dan Ekonomi Kerakyatan

KENDARI — Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ritel modern dan keberlangsungan ekonomi kerakyatan. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, saat memimpin Workshop Optimalisasi Regulasi Daerah dalam Upaya Pengendalian Ritel Modern yang digelar di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Jumat (30/1/2026).

Workshop ini menjadi forum strategis untuk memperkuat regulasi daerah agar perkembangan ritel modern berjalan selaras dengan perlindungan usaha kecil, toko kelontong, serta pasar tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kota Kendari.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan DPRD Kota Kendari, Ketua Komisi I, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Inspektorat, DPMPTSP, Dinas Perdagangan, perwakilan BUMN, para camat dan lurah, serta pelaku UMKM dan Ketua Asosiasi UMKM Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Sudirman menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang diskusi substantif untuk membahas instrumen penting dalam pengelolaan ekonomi daerah. Menurutnya, pengaturan ritel modern harus mampu menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Ia mengakui bahwa kehadiran ritel modern merupakan bagian dari dinamika pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak dapat dihindari. Namun demikian, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan ekspansi ritel modern tidak menggerus ruang usaha ekonomi rakyat.

“Pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif, bukan eksklusif. Pemerintah hadir sebagai penyeimbang agar ritel modern dan usaha rakyat dapat tumbuh berdampingan, saling menguatkan, serta memberi manfaat bagi semua,” ujar Sudirman.

Lebih lanjut, ia mengibaratkan peran pemerintah sebagai pengatur lalu lintas ekonomi yang memastikan setiap pelaku usaha, baik besar maupun kecil, memiliki ruang yang adil untuk berkembang. Oleh karena itu, pengawasan dan pembinaan menjadi kunci agar aktivitas usaha berjalan sehat serta tidak menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi bagi masyarakat.

Melalui workshop ini, Pemkot Kendari berharap dapat merumuskan kebijakan daerah yang lebih adaptif terhadap perkembangan ritel modern, sekaligus berpihak pada penguatan UMKM dan ekonomi kerakyatan di Kota Kendari.**

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *