Beranda / Hukum/Kriminal / Mahasiswa UMW Keluhkan Transparansi Dana KKNT di Konawe Selatan, Ancam Gelar Aksi Jika Tak Ada Kejelasan

Mahasiswa UMW Keluhkan Transparansi Dana KKNT di Konawe Selatan, Ancam Gelar Aksi Jika Tak Ada Kejelasan

KENDARI – MEDIASEKAWAN.COM.|| Sejumlah mahasiswa Universitas Mandala Waluya (UMW) yang tengah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap pengelolaan dana kegiatan tersebut. Mereka menilai penggunaan anggaran KKNT belum disampaikan secara transparan kepada peserta.

Salah satu mahasiswa KKNT, Doni Harianto, menyebut setiap mahasiswa telah membayarkan dana sebesar Rp2.500.000 untuk mengikuti program tersebut. Dalam satu posko yang terdiri dari 12 orang, total dana yang terkumpul mencapai Rp30.000.000 dan seluruhnya telah disetorkan kepada pihak kampus.

Namun, menurut Doni, mahasiswa tidak mendapatkan penjelasan rinci mengenai peruntukan dan realisasi anggaran tersebut. Ia menegaskan bahwa mahasiswa hanya menginginkan keterbukaan terkait penggunaan dana yang telah mereka bayarkan.
“Kami mengharapkan UMW transparan dengan penggunaan uang KKNT,” ujar Doni kepada Mediasekawan.

Selain persoalan transparansi, mahasiswa juga mengeluhkan besaran uang makan yang diberikan selama pelaksanaan KKNT. Mereka mengaku hanya menerima Rp20.000 per hari, yang dinilai tidak mencukupi kebutuhan konsumsi harian di lokasi penempatan.

“Kami terpaksa mencari makanan tambahan di kebun warga karena uang makan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Doni, yang juga merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Kendari.
Mahasiswa juga menyoroti dana intervensi atau dana program kerja (proker) yang disebut hanya sebesar Rp9.600.000 untuk satu posko. Menurut mereka, jumlah tersebut belum memadai untuk memaksimalkan pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Mereka berharap agar dana intervensi dapat ditingkatkan menjadi Rp5.000.000 per program agar kegiatan yang telah dirancang dapat berjalan lebih optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Tak hanya itu, mahasiswa juga mempertanyakan mekanisme pembagian dana yang dinilai tidak merata. Mereka mengklaim bahwa dana yang diterima di lapangan tidak mencapai 50 persen dari total yang seharusnya dialokasikan.
Permasalahan lain yang turut disoroti adalah kualitas rompi KKNT yang dibagikan kepada mahasiswa. Mereka menyebut rompi yang diterima berbeda jauh dengan yang ditampilkan saat seremoni penyerahan mahasiswa KKNT di Kabupaten Konawe Selatan.

Mahasiswa mendesak pihak kampus untuk memberikan klarifikasi terbuka serta memastikan pengelolaan dana dilakukan secara adil dan profesional. Mereka juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan KKNT ke depan.

“Terakhir, jika tidak ada kejelasan dari pihak kampus UMW, maka kami mahasiswa akan melakukan demonstrasi dalam menuntut hak-hak kami,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Universitas Mandala Waluya belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan keluhan mahasiswa tersebut. Mediasekawan masih berupaya menghubungi pihak kampus guna memperoleh konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut demi pemberitaan yang berimbang. (AO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *