MUNA—MEDIASEKAWAN.COM.|| Investor asal Jepang menyatakan kesiapan mereka untuk mengelola tanaman kelor di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, dengan rencana pengembangan budidaya di lahan seluas ribuan hektare pada Kamis, (19/2).
Keseriusan investasi ini terlihat dari pertemuan antara investor dengan Bupati Muna, Bachrun Labuta, dan Wakil Bupati La Ode Asrafil Ndoasa yang berlangsung intens untuk membahas tahap awal kerja sama.
Investor tersebut tertarik pada kesuburan tanah di Muna sebagai basis utama untuk mengembangkan tanaman kelor yang dikenal memiliki kemampuan serap karbon yang tinggi.
Pengembangan budidaya kelor dikaitkan dengan potensi besar mitigasi perubahan iklim karena tanaman ini mampu menyerap karbon dioksida (CO2) secara efektif melalui daun dan menyimpannya di dalam tanah.
Rencana investasi juga ditekankan untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui skema pendampingan. Masyarakat yang memiliki lahan akan dibantu langsung oleh investor dalam proses penanaman kelor.
Skema kerja sama ini memastikan bahwa lahan tetap menjadi milik masyarakat, sementara investor menyediakan modal pendampingan dan pembinaan teknis.
Daun dan biji kelor yang dihasilkan nantinya akan dibeli oleh investor sebagai bahan baku untuk berbagai potensi produk, termasuk kemungkinan karbon aktif atau produk turunan lainnya.
Bupati Muna menyambut baik rencana tersebut, menilai bahwa peluang ekonomi dari tanaman kelor berpotensi membuka ruang baru bagi penghasilan masyarakat lokal di sektor pertanian berkelanjutan.
Investasi ini juga sejalan dengan perkembangan pasar global terhadap produk kelor, yang semakin dikenal sebagai komoditas superfood dan memiliki jejak pasar ekspor yang terus tumbuh.
Selain nilai ekonominya, kelor juga dipandang sebagai tanaman yang cocok untuk menjaga keseimbangan ekosistem lokal, menyokong fungsi lingkungan yang lebih luas.
Inisiatif serupa dalam pengembangan kelor telah menunjukkan bahwa tanaman ini dapat memberi dampak positif dalam memperbaiki kualitas lahan marginal dan berkontribusi secara ekologis.
Dengan masuknya investor Jepang dan dukungan pemerintah daerah, proyek kelor di Muna diharapkan tidak hanya menjadi model pertanian berkelanjutan, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi internasional yang menggabungkan pemberdayaan masyarakat, ekologis, dan nilai ekonomi. (AO)














