Beranda / Uncategorized / KETUA HMJ PENDIDIKAN SEJARAH UHO TERPILIH, MENGECAM SERANGAN TERHADAP ANDRIE YUNUS: “KRITIK ADALAH OKSIGEN DEMOKRASI”

KETUA HMJ PENDIDIKAN SEJARAH UHO TERPILIH, MENGECAM SERANGAN TERHADAP ANDRIE YUNUS: “KRITIK ADALAH OKSIGEN DEMOKRASI”

KENDARI, 15 MARET 2026 – La Uma, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Sejarah Universitas Halu Oleo (UHO) terpilih, mengecam keras serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang terjadi pada Kamis malam (12/03/2026) di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

“Kritik adalah oksigen paru-paru dalam demokrasi. Tanpa kritik tubuh negara akan mengalami asfiksia yang mengarah pada otoritarianisme tersembunyi,” tegas La Uma dalam pernyataan resminya.

Menurutnya, belakangan ini banyak ditemukan fenomena di mana aktivis yang memberikan kritik terhadap pemerintah justru mendapatkan teror, baik secara digital maupun fisik. Ia menegaskan bahwa perlindungan kebebasan berpendapat telah dijamin kuat dalam konstitusi negara. “Pasal 28E ayat 3 UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa setiap masyarakat bebas berpendapat di muka umum, dan tidak boleh diintervensi atau diganggu gugat oleh siapapun,” ujarnya.

Serangan terhadap Andrie Yunus terjadi tak lama setelah ia menyelesaikan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Dalam podcast tersebut, Andrie membahas sejumlah isu sensitif mulai dari wacana remiliterisasi TNI hingga impunitas pelanggaran HAM berat, yang dinilai menyentuh kepentingan elite kekuasaan dan memicu reaksi keras.

“Dua orang tak dikenal diduga menyiramkan cairan keras ke wajah, mata, dada, dan tangan korban. Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar serius sekitar 24 persen pada tubuhnya serta terancam gangguan penglihatan permanen. Peristiwa ini bukan sekadar kebetulan, melainkan diduga berkaitan dengan aktivitas advokasi dan kritik yang disuarakannya,” jelas La Uma.

Sebagai pemimpin mahasiswa jurusan yang fokus pada pengembangan kompetensi pendidikan sejarah, ia menambahkan, “Mengancam aktivis sama aja dengan memecahkan cermin karena takut melihat bayangan sendiri. Pemerintah yang bijaksana adalah pemerintah yang mampu duduk bersama pengkritiknya, merangkul perbedaan dan membuktikan kinerja melalui fakta, bukan melalui intimidasi dan pembungkaman secara paksa.”

Tag:

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *