BOMBANA MEDIASEKAWAN.COM – Tekanan terus mengalir ke DPRD Kabupaten Bombana menyusul belum adanya respons atas surat permohonan audiensi yang diajukan oleh Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mata Oleo (IMPPERMOL) sejak 25 April 2026. Audiensi dinilai mendesak untuk membahas kondisi kritis jalan ruas Kasipute–Lora–Bambea sepanjang lebih kurang 10 kilometer yang hingga kini masih memprihatinkan.
Ketua IMPPERMOL, Roma Nur, mengungkapkan bahwa ketiadaan jadwal maupun tindak lanjut dari pihak DPRD mencerminkan minimnya perhatian terhadap aspirasi warga Kecamatan Mataoleo. “Kami tidak bisa terus diam. Jalan ini adalah urat nadi keseharian masyarakat, tapi seolah tidak ada prioritas,” tegasnya dalam pernyataan tertulis yang diterima media, Selasa (12/5/2026).
Ruas jalan tersebut bukan sekadar jalur penghubung, melainkan akses vital bagi distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga akses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Saat musim hujan, lubang-lubang besar dan genangan air kerap menyebabkan kendaraan sulit melintas, memperlambat mobilitas, serta meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu, IMPPERMOL menyoroti potensi wisata pantai di wilayah Mataoleo yang terhambat karena infrastruktur jalan yang buruk. Padahal, jika akses memadai, sektor pariwisata dapat menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Organisasi mahasiswa ini berharap DPRD Kabupaten Bombana segera membuka ruang audiensi sebagai bentuk tanggung jawab politik dalam menyerap aspirasi. “Kami tidak ingin terus menerus dirugikan oleh kelambanan. Ini soal hajat hidup orang banyak. Jadwalkan audiensi sekarang,” pungkas Roma Nur.














