Beranda / Sosial / Nobar Film “Pesta Babi” BEM FISIP UHO Hadirkan Ruang Refleksi Kritis Dan Budaya Diskusi Kampus

Nobar Film “Pesta Babi” BEM FISIP UHO Hadirkan Ruang Refleksi Kritis Dan Budaya Diskusi Kampus

KENDARI MEDIASEKAWAN .COM 19 Mei 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (FISIP UHO) berencana menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) film berjudul Pesta Babi. Kegiatan ini digagas bukan sekadar sebagai ajang hiburan, melainkan sebagai wadah pendidikan karakter, ruang refleksi sosial, serta upaya menghidupkan kembali budaya diskusi dan berpikir kritis di lingkungan kampus.

Ketua BEM FISIP UHO, Zacky Fahmi, yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Jurnalistik, menyampaikan pandangannya bahwa kampus memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar ruang pembelajaran formal di dalam kelas. Menurutnya, kampus adalah tempat bertumbuhnya kesadaran sosial, keberanian berpikir, dan lahirnya gagasan-gagasan kritis yang konstruktif.

“Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu teori, tetapi juga ruang bertumbuhnya kesadaran kritis, keberanian berpikir, dan budaya diskusi yang sehat. Oleh karena itu, kegiatan nobar ini kami hadirkan sebagai upaya menghadirkan ruang refleksi bersama bagi seluruh mahasiswa,” ujar Zacky Fahmi.

Ia menjelaskan bahwa film merupakan media komunikasi sosial yang kuat, yang mampu menyampaikan kritik, merekam realitas kehidupan, hingga mengangkat persoalan-persoalan mendasar yang ada di masyarakat. Film Pesta Babi sendiri dipilih karena dinilai mengandung pesan sosial yang relevan dan tajam. Karya ini memuat kritik sosial mengenai dinamika kekuasaan, ketimpangan, serta perilaku kelompok elite yang sering kali bertolak belakang dengan kepentingan rakyat.

“Simbol ‘pesta’ dalam film ini kami maknai sebagai gambaran nyata tentang kerakusan, kepentingan kelompok tertentu, dan bagaimana masyarakat kecil kerap kali menjadi korban dari permainan kekuasaan yang berjalan di sekitar mereka. Isu yang diangkat sangat dekat dengan realitas yang kita lihat hari ini, sehingga sangat penting untuk dikaji bersama,” jelas Zacky.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melatih mahasiswa agar mampu membaca pesan di balik tampilan visual, memahami konteks sosial yang diangkat, serta menganalisis sebuah karya secara mendalam. Menurutnya, pemahaman terhadap karya audio visual menjadi penting karena mengandung sudut pandang dan konstruksi realitas yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa untuk lebih peka terhadap fenomena sosial di sekitarnya.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya datang sebagai penonton pasif, tetapi menjadi individu yang mampu merespons secara kritis. Setelah pemutaran nanti, akan ada sesi diskusi terbuka untuk membedah pesan sosial, cara pandang penyutradaraan, hingga bagaimana sebuah media mampu membentuk opini publik,” tambahnya.

Di tengah padatnya aktivitas akademik dan organisasi yang kerap membuat ruang pertukaran gagasan semakin menyempit, Zacky Fahmi berharap kegiatan ini dapat kembali membangun kultur akademik yang hidup dan progresif. Organisasi mahasiswa, kata dia, harus bergerak melebihi sekadar kegiatan seremonial, namun aktif mendorong literasi dan keberanian berpikir.

“Kebebasan berekspresi dan ruang diskusi intelektual adalah hak sekaligus kebutuhan kehidupan kampus. Mahasiswa harus dibiasakan menilai sesuatu secara objektif, tidak asal menerima atau menolak tanpa memahami akar masalahnya. Inilah yang kami bangun melalui kegiatan ini,” tegas Zacky.

Melalui rencana kegiatan ini, ia mengajak seluruh mahasiswa FISIP UHO untuk turut hadir dan meramaikan acara tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan gagasan yang memperkuat budaya berpikir kritis, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat intelektual yang menjadi ciri utama kehidupan kampus.

“Mahasiswa adalah bagian dari kelompok intelektual yang harus peka terhadap setiap persoalan sosial. Melalui film dan diskusi ini, kami berharap lahir pandangan-pandangan baru yang konstruktif demi kemajuan kita bersama,” tutup Zacky Fahmi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *