Buton,Mediasekawan.com 3 Agustus 2026 – Komitmen menghadirkan pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat terus diwujudkan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton). Melalui implementasi kurikulum “Kampus Berdampak”, mahasiswa semester II Kelas B dan C sukses menyelenggarakan Workshop Literasi Media Digital bertajuk “Mitigasi Bencana Hoaks di Era Digital” di Balai Desa Hendea, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Literasi Media dan Digital tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas aparatur pemerintah desa dan masyarakat setempat. Workshop berlangsung interaktif dengan mengedepankan pendekatan praktis agar peserta mampu mengenali sekaligus memverifikasi informasi yang beredar di ruang digital.
Tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, para mahasiswa juga mendampingi peserta mempraktikkan langsung cara memeriksa kebenaran informasi melalui telepon pintar masing-masing. Simulasi dilakukan menggunakan berbagai platform yang akrab dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti pesan singkat (SMS), grup WhatsApp, hingga media sosial Facebook.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari peserta karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi palsu dan berbagai modus penipuan digital.
Salah seorang peserta, seorang ibu rumah tangga, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai cara membedakan informasi yang benar dengan berita hoaks. Ia juga menceritakan pengalamannya saat hampir menjadi korban penipuan melalui sambungan telepon.
“Alhamdulillah sekarang saya sudah punya gambaran mana berita hoaks dan mana informasi yang benar. Dulu saya pernah ditelepon seseorang yang menangis dan mengatakan bapaknya anak-anak mengalami kecelakaan, lalu meminta kami mengirim uang. Setelah kami pastikan, ternyata informasi itu tidak benar. Ilmu yang saya dapat hari ini akan saya bagikan kepada keluarga dan tetangga yang tidak sempat hadir,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Hendea, La Alinja, S.H., yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Menurutnya, edukasi mengenai literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, mengingat masih banyak warga, termasuk aparatur desa, yang rentan menjadi sasaran penipuan berbasis teknologi.
“Saya mengapresiasi mahasiswa UM Buton yang telah hadir memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Hendea. Workshop ini sangat bermanfaat karena masyarakat mulai memahami cara mengenali hoaks dan penipuan digital. Brosur pedoman yang dibagikan mahasiswa juga akan kami teruskan kepada para guru untuk ditempel di sekolah-sekolah agar anak-anak sejak dini memiliki pemahaman yang sama,” kata La Alinja.
Ia juga menyatakan kesiapan Pemerintah Desa Hendea untuk terus menjalin kolaborasi dengan UM Buton melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.
“Kami membuka pintu seluas-luasnya apabila mahasiswa UM Buton kembali melaksanakan kegiatan di Desa Hendea, termasuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun kegiatan akademik lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UM Buton sekaligus dosen pembina kegiatan, Harry Fajar Maulana, S.Sos., M.I.Kom., menegaskan bahwa workshop tersebut merupakan implementasi nyata pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendorong mahasiswa menerapkan ilmu secara langsung di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas perkuliahan sekaligus implementasi nyata program Kampus Berdampak. Mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UM Buton berharap masyarakat Desa Hendea semakin memiliki kemampuan dalam menyaring informasi, kritis terhadap setiap konten yang diterima, serta lebih bijak memanfaatkan media digital. Edukasi ini juga diharapkan menjadi langkah preventif dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi penyebaran hoaks dan berbagai bentuk kejahatan digital yang terus berkembang.
Redaksi : Mediasekawan/Asar














