Sulawesi Tenggara, Mediasekawan.com 28 Oktober 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Hady Bombana menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda II di halaman kampus, Desa Mulaeno, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana, Selasa (27/10/2026).
Sebanyak 33 wisudawan dan wisudawati, terdiri atas 14 laki-laki dan 19 perempuan, resmi menyelesaikan pendidikan tinggi dan diharapkan mampu mengamalkan ilmu serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.45 WITA tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Bombana, unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), orang tua wisudawan, serta tamu undangan.
Hadir mewakili Bupati Bombana, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana, H. Kandamang, S.Pd., M.M. Turut hadir Sekretaris Kopertais Wilayah VIII, Dr. H. Taufik Sanusi, M.Ag., Ketua Senat sekaligus Dewan Pembina STIT Al-Hady Bombana, Drs. H. Burhan, S.IP., M.A., Camat Poleang Tengah Hasbi, S.E., serta perwakilan Polsek Poleang, IPTU Sudirman, S.H.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, persembahan Tari Padduppa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, pembukaan sidang senat terbuka, dan menyanyikan Mars STIT Al-Hady.
Dalam sambutannya, Dr. H. Taufik Sanusi, M.Ag., menegaskan bahwa STIT Al-Hady Bombana merupakan aset penting daerah yang perlu mendapat dukungan bersama agar terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pengembangan perguruan tinggi harus dilakukan melalui peningkatan mutu akademik, penguatan kelembagaan, serta pengembangan program studi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“STIT Al-Hady Bombana merupakan aset penting daerah yang perlu kita dukung bersama. Kehadirannya sangat membantu masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa harus menanggung biaya tambahan untuk tinggal dan kuliah di luar daerah,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah daerah, pengelola kampus, dan masyarakat terus bersinergi dalam mendukung kemajuan STIT Al-Hady sehingga mampu memperluas akses pendidikan tinggi dan melahirkan generasi yang berkualitas.
“Perguruan tinggi bukan hanya tempat meraih gelar, tetapi juga tempat membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Senat sekaligus Dewan Pembina STIT Al-Hady Bombana, Drs. H. Burhan, S.IP., M.A., berpesan agar para wisudawan tidak menjadikan gelar sarjana sebagai akhir perjuangan, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia mendorong para lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga berani mengembangkan kreativitas, menciptakan peluang usaha, dan membuka lapangan pekerjaan.
“Kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, saya berpesan agar gelar sarjana yang hari ini diraih tidak menjadi akhir perjuangan, tetapi menjadi awal untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Menurut H.Burhan, keberhasilan seorang sarjana tidak hanya diukur dari jabatan atau penghasilan, tetapi juga dari kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan menghadirkan perubahan positif di lingkungan sekitarnya.
“Kami juga berharap STIT Al-Hady terus menjadi pilihan masyarakat Bombana, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, agar anak-anak mereka tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi. Sebab, keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang gelar yang diperoleh, melainkan bagaimana ilmu tersebut diamalkan dan membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat,” lanjutnya.
Keberadaan STIT Al-Hady Bombana menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah.
Selain menghemat biaya transportasi dan kebutuhan hidup di luar daerah, mahasiswa juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat kos. Biaya SPP yang relatif terjangkau turut membantu keluarga dengan keterbatasan ekonomi agar tetap dapat menyekolahkan anak-anak mereka hingga jenjang sarjana.
Dalam pengembangan akademiknya, STIT Al-Hady Bombana kini juga telah membuka jurusan Hukum Islam dengan gelar Sarjana Hukum (S.H.). Sementara itu, pembukaan jurusan Ekonomi Syariah dengan gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) masih menunggu surat resmi.
Pengembangan program studi tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan pendidikan bagi masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan sumber daya manusia di Kabupaten Bombana.
Wisuda II STIT Al-Hady Bombana menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya dengan membawa ilmu pengetahuan, nilai-nilai keagamaan, dan tanggung jawab sosial.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh gelar yang diraih, tetapi juga oleh karakter, integritas, dan pengabdian. Ilmu akan semakin bermakna ketika diamalkan dan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
𝗣𝗲𝗻𝘂𝗹𝗶𝘀: 𝗛.𝗔𝗻𝗱𝗶 𝗦𝘆𝗮𝗺.
𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 : Mediasekawan









