KENDARI — MEDIASEKAWAN.COM.|| Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar kegiatan diskusi bertajuk “NGOPI (Ngobrol Perkara Isu)” pada Senin (2/3/2026) di Taman Gedung UM Kendari.
Diskusi tersebut mengangkat tema “Represivitas Aparat dan Kemunduran Demokrasi: Evaluasi Kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam Penanganan Aksi Demonstrasi.” Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum PC IMM Kota Kendari, IMMawan Dirman, sebagai pemateri dan dimoderatori oleh IMMwati Nurulistiqamah.
Ketua Bidang Hikmah PK IMM FAI UMK, Azhar, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh maraknya pemberitaan terkait kinerja aparat kepolisian dalam beberapa waktu terakhir, khususnya dalam pengamanan aksi demonstrasi.
“Beberapa waktu ini kita melihat banyak berita tentang kinerja kepolisian, terutama dalam pengamanan aksi demonstrasi. Bahkan, yang sedang menjadi sorotan publik di Sulawesi Tenggara adalah persoalan yang menyeret Kapolres Bombana. Hal ini tentu menjadi perhatian bersama, terutama bagi kami sebagai mahasiswa,” ujar Azhar.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk merespons isu-isu kebangsaan secara kritis dan objektif. Ia menegaskan bahwa forum diskusi ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai ruang dialektika ilmiah dalam mengawal demokrasi dan supremasi hukum.
Sementara itu, IMMawan Dirman dalam pemaparannya menekankan pentingnya evaluasi terhadap pola pengamanan aksi demonstrasi agar tetap sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. Ia menyampaikan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang.
“Penanganan aksi demonstrasi harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan humanis. Aparat memiliki kewenangan, tetapi kewenangan itu dibatasi oleh hukum dan prinsip demokrasi,” tegas Dirman di hadapan peserta diskusi.
Dirman juga mengajak mahasiswa untuk tetap mengedepankan etika dan ketertiban dalam menyampaikan aspirasi, sekaligus mendorong aparat penegak hukum agar terus berbenah dalam membangun kepercayaan publik.
Kegiatan NGOPI ini diikuti oleh kader IMM dan mahasiswa lintas fakultas dengan suasana diskusi yang interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pandangan, kritik, dan pertanyaan terkait dinamika penanganan aksi demonstrasi di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, PK IMM FAI UMK berharap terciptanya ruang dialog yang sehat serta lahirnya kesadaran kolektif dalam menjaga demokrasi agar tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai konstitusi dan keadilan sosial. (AZR)









