Kendari, Mediasekawan.com. – Aktivitas literasi masyarakat Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kolut mencatat kunjungan ke Perpustakaan Kabupaten mencapai 5.225 orang, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 5.000 pengunjung. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa budaya baca perlahan tumbuh, meski masih menghadapi tantangan pemerataan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kolut, Murni Baso, mengungkapkan bahwa pengunjung masih didominasi pelajar dan mahasiswa. Fakta ini menegaskan peran perpustakaan daerah sebagai ruang belajar utama sekaligus pusat rujukan akademik di Kolaka Utara.
“Pengunjung perpustakaan kita masih didominasi pelajar dan mahasiswa. Ini menandakan perpustakaan masih menjadi tempat utama untuk belajar dan mencari referensi,” ujar Murni Baso, dikutip dari laman resmi Pemkab Kolut, Jumat (19/12).
Seiring meningkatnya minat kunjungan, pembenahan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak. Sepanjang tahun ini, Perpustakaan Kolut menerima tambahan sekitar 200 eksemplar buku serta satu unit kendaraan operasional roda dua untuk menunjang layanan.
“Di Sulawesi Tenggara, hanya dua kabupaten yang mendapatkan bantuan ini, yakni Kolaka Utara dan Kolaka Timur,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan koleksi yang ada, pihak perpustakaan juga membuka ruang partisipasi publik. Pengunjung diberi kesempatan mengusulkan buku yang belum tersedia agar dapat dipertimbangkan dalam pengadaan selanjutnya. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan koleksi tetap relevan dengan kebutuhan pembaca.
“Jika pengunjung mencari buku yang belum ada, kami akan mendata judul buku yang dibutuhkan dan mengondisikan untuk dilakukan pengadaan,” tambahnya.
Dalam menjawab tantangan era digital, Perpustakaan Kabupaten Kolut telah menerapkan sistem otomasi layanan. Melalui fasilitas ini, pengunjung dapat menelusuri dan mencari koleksi buku secara mandiri menggunakan komputer yang tersedia, sehingga pelayanan menjadi lebih efisien dan transparan.
Dari sisi program, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kolut mencatat sejumlah capaian strategis. Inovasi advokasi dan kemitraan yang menyasar sekolah hingga desa berhasil mengantarkan Perpustakaan Kolaka Utara meraih peringkat pertama.
“Program advokasi dan kemitraan menjangkau sampai ke sekolah dan desa, dan alhamdulillah Perpustakaan Kabupaten Kolaka Utara meraih peringkat pertama,” tutur Murni.
Penguatan sumber daya manusia turut menjadi faktor penentu. Salah satu staf perpustakaan bahkan dipercaya menjadi pelatih ahli dan fasilitator hingga tingkat nasional, mencerminkan kualitas SDM literasi daerah yang semakin kompetitif.
Prestasi serupa juga diraih melalui implementasi Program TPBIS hasil kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional, di mana Perpustakaan Kolaka Utara kembali menempati peringkat pertama.
Tak berhenti pada layanan baca, perpustakaan daerah juga membuka fasilitas aula secara gratis bagi pelajar dan mahasiswa untuk mendukung kegiatan akademik dan literasi.
“Aula perpustakaan kami gratiskan untuk masyarakat umum, khususnya mahasiswa dan anak sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, pengembangan perpustakaan desa terus digenjot. Hingga kini, 60 perpustakaan desa telah terbentuk dari total 126 desa di Kolaka Utara. Target ambisius pun dipasang.
“Tahun depan seluruh desa di Kolaka Utara sudah memiliki perpustakaan desa,” tegas Murni Baso.
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen pemerintah desa, terutama dalam hal kebijakan dan penganggaran. Tanpa dukungan tersebut, penguatan literasi hingga akar rumput akan sulit terwujud.(redaksi).










