Beranda / Sosial / SPBU 74.93107 Depan Rabam Kendari Luruskan Kabar Mobil Berjeriken, Manajemen Sebut Belum Isi Pertalite

SPBU 74.93107 Depan Rabam Kendari Luruskan Kabar Mobil Berjeriken, Manajemen Sebut Belum Isi Pertalite

Kendari, Mediasekawan.com 15 Oktober 2026 – Kabar mengenai sebuah Toyota Avanza yang membawa jeriken di sekitar SPBU depan Rabam, Kendari, mendapat penjelasan dari pihak pengelola. Manajemen SPBU 74.93107 itu menegaskan, kendaraan tersebut belum sempat mengisi bahan bakar minyak (BBM) saat berada di sekitar lokasi.

Manager SPBU 74.93107 depan Rabam, Nasrun, membenarkan adanya pengecekan oleh tim Polda Sulawesi Tenggara. Pemeriksaan itu dilakukan menyusul informasi mengenai kendaraan yang membawa jeriken dan diduga berkaitan dengan pengisian BBM bersubsidi.

Menurut Nasrun, saat kejadian kendaraan tersebut masih dalam antrean di luar atau sekitar area SPBU. Dengan demikian, berdasarkan keterangan manajemen, mobil itu belum melakukan pengisian BBM di SPBU depan Rabam ujarnya Kamis (15/10/2026)

Keterangan serupa, menurut informasi yang disampaikan pihak SPBU, juga diperoleh dari konfirmasi kepada Kepala Bidang Satpol PP.

Nasrun mengatakan, pihaknya selama ini berupaya memperketat pengawasan penyaluran Pertalite, terutama untuk mencegah penggunaan kendaraan bertangki modifikasi maupun praktik pengisian berulang.

“Kami tegas tidak melayani kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi, tangki rakitan, maupun pengisian berulang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sejumlah langkah pengawasan telah diterapkan di SPBU depan Rabam. Papan imbauan dan peringatan dipasang agar konsumen memahami ketentuan pengisian BBM bersubsidi sebelum melakukan transaksi.

Petugas operator juga diminta lebih cermat memeriksa kendaraan yang akan mengisi Pertalite. Kendaraan dengan tangki yang diduga telah dimodifikasi atau dirakit untuk menampung BBM dalam jumlah tidak wajar menjadi perhatian dalam pengawasan tersebut.

Selain itu, manajemen berupaya mencegah pengisian berulang oleh kendaraan yang sama dalam sehari. Penggunaan QR Code melalui program Subsidi Tepat juga menjadi bagian dari pengawasan agar penyaluran Pertalite mengikuti ketentuan yang berlaku.

Nasrun mengimbau konsumen menggunakan QR Code sesuai peruntukannya dan tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan yang bertentangan dengan aturan penyaluran BBM bersubsidi.

Di sisi lain, manajemen SPBU depan Rabam mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah, kepolisian, dan Satpol PP dalam memantau distribusi BBM di lapangan.

Pengawasan bersama dinilai penting untuk menjaga ketertiban di SPBU sekaligus memastikan BBM bersubsidi dapat diakses masyarakat yang berhak.

Bagi pengelola SPBU, persoalan kendaraan yang membawa jeriken tidak cukup hanya dilihat dari bentuk kendaraan atau muatannya. Pemeriksaan perlu memastikan apakah terjadi pengisian, bagaimana kendaraan tersebut digunakan, serta apakah aktivitasnya memenuhi ketentuan yang berlaku.

Manajemen SPBU depan Rabam berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar mengenai kejadian tersebut. Pihaknya menyatakan akan terus memperketat pengawasan dan menjalankan ketentuan pengisian Pertalite sesuai aturan.

Sementara itu, kepastian mengenai hasil pemeriksaan aparat terhadap kendaraan tersebut tetap mengacu pada keterangan resmi pihak berwenang

Redaksi : Mediasekawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *