KENDARI — MEDIASEKAWAN.COM. || Hanifah Salsabila Gusmawan menegaskan bahwa Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM) memiliki peran sentral dalam membangun peradaban Islam modern yang progresif, humanis, dan inklusif. Dalam opininya, ia menyampaikan bahwa MKCHM bukan sekadar dokumen ideologis, tetapi sebuah pedoman komprehensif yang mengarahkan Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwah dan amal usaha sesuai tuntutan zaman.
Hanifah menjelaskan bahwa MKCHM menjadi fondasi utama dalam meneguhkan identitas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern yang tidak terjebak pada praktik ritual semata. Ia menegaskan bahwa Islam, sebagaimana dipahami Muhammadiyah, merupakan agama peradaban yang mendorong inovasi, kemajuan ilmu pengetahuan, dan penghargaan pada nilai-nilai kemanusiaan. “MKCHM menegaskan bahwa Islam adalah agama yang berkemajuan, yang esensinya mengajak umat untuk memanfaatkan waktu dan terus bergerak maju sebagaimana pesan QS Al-‘Ashr,” tulisnya.
Menurut Hanifah, Muhammadiyah hadir sebagai gerakan yang menggabungkan kekuatan tradisi keislaman dengan respons terhadap dinamika modernitas. Melalui penguatan aqidah yang bersih dari syirik, bid’ah, dan khurafat, serta komitmen terhadap pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan, MKCHM dianggap mampu melahirkan umat yang responsif terhadap tantangan global. Ia menyebut bahwa peradaban Islam modern yang dicita-citakan Muhammadiyah bersifat kosmopolit, humanistik, kultural, dan berbasis ilmu pengetahuan.
Lebih jauh, Hanifah menilai MKCHM menjadi kekuatan spiritual dan intelektual yang menginspirasi langkah-langkah Muhammadiyah dalam membangun masyarakat berkeadilan dan bermartabat. “Dengan landasan MKCHM, Muhammadiyah tampil sebagai pelopor Islam moderat yang penuh kasih sayang, berorientasi pada kemajuan, serta relevan dalam konteks kehidupan kontemporer,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa gagasan Islam berkemajuan yang dibawa Muhammadiyah bukan hanya bertujuan mencerdaskan umat, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial sebagai manifestasi ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Pemikiran ini dinilai penting untuk memastikan bahwa Islam tidak hanya menjadi sumber inspirasi spiritual, tetapi juga fondasi peradaban yang memuliakan manusia.
Opini Hanifah menegaskan bahwa MKCHM memiliki peran strategis dalam menjaga arah gerakan Muhammadiyah agar tetap relevan dan menjadi kekuatan transformasi sosial dalam menghadapi tantangan global. (AO)










