Kendari, 26 Desember 2025 – Nesya Marsanita, calon Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Haluoleo, muncul sebagai perwakilan suara perempuan dengan mengusung visi demokrasi kampus yang berbasis representasi adil.
Menurutnya, DPM hadir sebagai lembaga yang mendengar, mengawal, dan memperjuangkan kepentingan seluruh mahasiswa. “Kepemimpinan DPM bukan tentang siapa yang paling pantas, melainkan siapa yang memiliki tekad dan konsisten menjaga nilai dalam keberpihakan,” ujarnya.
Sebagai perempuan, Nesya menegaskan bahwa kehadiran pemimpin perempuan di FKIP merupakan kebutuhan, bukan sekadar simbol. Ia percaya bahwa perempuan membawa kepekaan dan cara pandang berbeda yang penting dalam merumuskan kebijakan.
Masalah keterbatasan ruang dan rasa aman yang representatif seringkali menghambat mahasiswa, khususnya perempuan, untuk menyalurkan aspirasi. “DPM harus menjadi tempat dimana setiap suara dihargai, sebab perempuan juga memiliki Hak, Kesempatan, dan Rasa hormat yang sama,” tegasnya.
Nesya memosisikan diri sebagai calon ketua DPM yang Berintegritas, Terbuka, dan Tegas. Ia yakin kepemimpinan perempuan dapat menghadirkan keseimbangan antara ketegasan dan empati dalam setiap pengambilan keputusan.










