Beranda / Daerah / Darurat Kesehatan di Pulau Kabaena: Warga Dipaksa Rogoh Rp3 Juta Saat Nyawa Jadi Taruhan

Darurat Kesehatan di Pulau Kabaena: Warga Dipaksa Rogoh Rp3 Juta Saat Nyawa Jadi Taruhan

MEDIASEKAWAN.COM, – Keterbatasan layanan ambulans laut kembali membuka wajah ketimpangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Warga Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, terpaksa menanggung biaya transportasi laut secara mandiri hingga Rp3 juta sekali penyeberangan saat membutuhkan rujukan medis darurat ke rumah sakit di daratan Bombana.

Fakta memilukan ini mencuat ke publik melalui unggahan aktivis lokal, Sahrul Gelo, di media sosial, Sabtu (17/1/2026). Ia menyoroti lumpuhnya layanan kesehatan darurat di Kabaena akibat tidak berfungsinya ambulans laut, yang sejatinya menjadi penopang utama layanan rujukan bagi masyarakat kepulauan.

Akibat kondisi tersebut, keluarga pasien—baik yang masih berjuang melawan sakit maupun yang telah meninggal dunia—dipaksa mencari perahu atau speedboat secara mandiri. Ironisnya, pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki speedboat ambulans laut, namun armada tersebut dikabarkan rusak dan tak kunjung diperbaiki.

Masalah tak berhenti di situ. Fasilitas dermaga yang seharusnya menjadi titik sandar ambulans laut juga dilaporkan dalam kondisi tidak layak pakai, sehingga semakin mempersulit operasional layanan darurat. Situasi ini menciptakan ironi tajam, mengingat Pulau Kabaena dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan sumber daya alam melimpah, namun warganya kesulitan mengakses layanan kesehatan paling mendasar.

Sahrul mengungkapkan, dalam sepekan terakhir saja, sekitar lima jenazah harus diseberangkan menggunakan transportasi laut berbayar. Beban finansial itu sepenuhnya ditanggung keluarga yang tengah berduka.

“Kalau kapal biasa itu sekitar Rp3 jutaan untuk menyeberang, baik membawa jenazah maupun orang sakit. Jadi keluarga kembali dibebani biaya pribadi, padahal mereka sedang menghadapi situasi darurat,” ujar Sahrul kepada awak media, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan masyarakat kepulauan dan mencerminkan minimnya keseriusan pemerintah daerah maupun provinsi dalam menjamin hak dasar layanan kesehatan bagi warga pulau. Ia menambahkan, layanan ambulans laut sebenarnya pernah beroperasi beberapa tahun lalu, namun gagal dikelola secara berkelanjutan.

Warga Pulau Kabaena kini hanya bisa berharap pada tahun anggaran mendatang pemerintah benar-benar hadir—bukan sekadar janji—dengan memastikan anggaran operasional, perawatan armada ambulans laut, serta perbaikan dermaga. Tanpa itu, keselamatan warga kepulauan akan terus dipertaruhkan setiap kali sakit datang—atau maut menjemput.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *