JAKARTA — Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali mengemuka. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons santai rumor reshuffle yang menyeret namanya, termasuk kabar dirinya akan digeser ke posisi menteri koordinator (menko).
Bahlil menegaskan, sebagai pembantu presiden, dirinya siap diangkat maupun diberhentikan kapan saja. Menurutnya, pergantian menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.
“Kita sebagai menteri kan pembantu presiden. Yang namanya pembantu presiden, mengangkat dan memberhentikan menteri itu adalah hak prerogatif presiden,” ujar Bahlil kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Menanggapi isu bahwa dirinya akan dipindahkan ke jabatan menteri koordinator, Ketua Umum Partai Golkar itu kembali menekankan bahwa seluruh posisi menteri adalah amanah yang bergantung pada tingkat kepercayaan Presiden sebagai pemegang mandat kekuasaan.
Meski isu reshuffle kian santer, Bahlil menegaskan bahwa jajaran menteri saat ini tetap solid dan fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Kami semua bekerja sesuai tupoksi. Yang penting tanggung jawab kepada rakyat dan Presiden tetap dijalankan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara tegas membantah adanya rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat. Ia memastikan, Presiden Prabowo Subianto belum memiliki agenda kocok ulang kabinet sejauh ini.
“Reshuffle kabinet? Belum, belum, belum ada,” tegas Prasetyo.
Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi liar di tengah publik dan kalangan politik terkait kemungkinan perubahan komposisi Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.














