Beranda / Daerah / Pemkab Konawe dan PT SCM Sinergi Lestarikan Budaya di Routa

Pemkab Konawe dan PT SCM Sinergi Lestarikan Budaya di Routa

Kendari – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe bersama perusahaan pertambangan memperkuat sinergi dalam melestarikan budaya lokal melalui penyelenggaraan ritual adat Mosehe Wonua di wilayah industri Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim saat ditemui di Konawe, Sabtu, mengatakan bahwa ritual Mosehe Wonua di wilayah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur masyarakat Tolaki sekaligus menjadi fondasi untuk menjaga keharmonisan antara aktivitas investasi dan kearifan lokal.

“Kegiatan Mosehe Wonua ini adalah mensucikan diri terhadap wilayah ini supaya kita dalam beraktivitas, termasuk kegiatan investasi, dijauhkan dari bala dan cobaan. Kita bersihkan hati kita supaya apa yang kita rencanakan dapat terwujud,” kata Wabup Konawe.

Dia juga menekankan kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Routa agar terus memprioritaskan komunikasi dengan warga sekitar. Sebab, investasi yang berkelanjutan hanya bisa tercipta jika perusahaan mampu membaur dan mendengarkan aspirasi masyarakat lokal.

“Kepada PT SCM Group, tolong dirawat silaturahim ini. Dengarkan aspirasi warga, didudukkan, dan dipikirkan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan serta memelihara sarana transportasi sebagai bagian dari arus ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Syamsul Ibrahim berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada seremoni adat, akan tetapi juga mampu menjadikan Kecamatan Routa sebagai miniatur kota masa depan yang maju namun tetap berakar pada identitas budayanya.

“Harapan kami ke depannya Kecamatan Routa ini terkhusus wilayah Lalomerui bisa menjadi miniatur kota terindah di wilayah Kabupaten Konawe, lebih umum lagi di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara atas desain dan inisiatif serta partisipatif dan bantuan dari pihak SCM maupun investor-investor lainnya yang berinvestasi di di Kecamatan Routa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) Didik Fotunadi menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bersinergi dengan masyarakat adat serta memperkuat pemberdayaan tenaga kerja lokal guna memastikan iklim investasi yang kondusif di Kecamatan Routa.

“Kami sangat menghargai budaya luhur masyarakat lokal. Ritual Mosehe Wonua ini memiliki makna mendalam, yakni doa bersama agar operasi pertambangan berjalan baik, berkah, dan saling menghormati demi kemajuan bersama,” ucap Didik.

Dia mengungkapkan SCM terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi warga sekitar melalui berbagai program infrastruktur dan sosial.

Didik juga memastikan dukungan perusahaan tidak akan berkurang, mencakup bantuan beasiswa, insentif guru honorer, layanan kesehatan, hingga fasilitas olahraga dan rumah ibadah.

Terkait isu ketenagakerjaan, PT SCM memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari wilayah Ring 1 dan Ring 2 di wilayah pertambangan.
Ia menjelaskan jika perusahaan menyadari tantangan terkait kualifikasi keahlian (skill) warga lokal, sehingga pihaknya menginisiasi program pendidikan khusus melalui “Kelas Teknikal”.

“Kami mendengar masukan warga yang merasa sulit masuk karena kurangnya keahlian. Karena itu, kami mengadakan kelas operator. Mereka kami didik dari nol, mulai dari bintalsik, teori, hingga praktik operasional alat berat di lapangan. Saat ini sudah memasuki angkatan kelima,” jelasnya.

Ia juga berharap kondisi investasi di Routa tetap aman dan kondusif sehingga perusahaan dapat fokus pada operasi jangka panjang. (redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *