KENDARI MEDIASEKAWA .COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo, melalui Menteri Eksternal Galang Saputra Jaya memberikan rapor merah dan kecaman paling keras kepada Walikota Kendari. Kami menilai Walikota telah gagal menjalankan fungsi paling dasar dari seorang pemimpin yaitu Menjaga keselamatan warganya.
Walikota Kendari terlihat sangat bernafsu mengejar pengakuan internasional melalui forum UCLG. Ironisnya, saat beberapa hari yang lalu ia sibuk menjamu tamu asing dan bersolek di depan kamera, drainase kota tersumbat, sungai meluap, dan rakyatnya sendiri harus bertaruh nyawa di tengah banjir. Walikota lebih mementingkan “panggung mewah” daripada “selokan yang bersih”.
Sikap Walikota yang seolah-olah hanya menjadi saksi bisu dan membiarkan banjir merendam pemukiman adalah bentuk kejahatan jabatan. Pemerintah kota sudah tahu Kendari rawan banjir, tapi tidak ada langkah radikal yang diambil. Walikota hanya hadir untuk meninjau saat air sudah tinggi—itu bukan bekerja, itu hanya menonton penderitaan rakyat! Ujar Galang Saputra selaku menteri eksternal BEM UHO.
Galang melanjutkan Akibat dari meluapnya air sungai dan banjir tersebut sehingga memakan korban jiwa seorang anak, anak yang seharunya tidak akan mengalami musibah tersebut kita pemerintah kota Kendari cepat dalam melakukan antisipasi terhadap banjir tersebut.
Meninggalnya seorang anak dalam banjir ini adalah tamparan keras. Darah dan air mata warga hari ini ada di tangan Walikota karena ketidakmampuannya mengelola tata ruang kota. Jangan bersembunyi di balik kata “takdir” atau “musibah alam”, ini adalah kelalaian birokrasi lanjut Galang.
Walikota Kendari harus berhenti berakting seolah-olah semuanya baik-baik saja. Anda kemarin sibuk mengurus tamu UCLG seolah Kendari adalah kota kelas dunia, padahal faktanya, mengurus satu selokan saja Anda gagal. Satu nyawa anak yang hilang adalah bukti nyata bahwa prioritas Anda bukan rakyat, tapi jabatan dan citra. Jika Anda tidak mampu mengurus banjir, lebih baik letakkan jabatan daripada harus ada lebih banyak nisan yang tertanam akibat kelalaian Anda! Tegas Galang Saputra.
Secara khusus, Galang Saputra jaya selaku menteri eksternal BEM UHO mendesak walikota Kendari untuk segerah Alihkan seluruh fokus dan anggaran “pesta” pemerintah untuk penanganan banjir detik ini juga dan Pecat pejabat yang tidak becus mengelola infrastruktur air, serta menuntut Walikota harus mendatangi keluarga korban dan mengakui kegagalan sistemik yang dipimpinnya.
Kami menantang Walikota Kendari untuk turun ke pemukiman yang terpendam banjir dan melihat sendiri bagaimana keselamatan warganya terancam akibat banjir tersebut,”Kami memberikan peringatan terakhir kepada Walikota Kendari. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata pencegahan dan penindakan, BEM UHO siap memobilisasi massa untuk melakukan blokade jalan sebagai bentuk protes atas pembiaran ini. tutup Galang saputra. “
Penulis:Asar Buton














