KENDARI MEDIASEKAWAN.COM – Aliansi Pemuda Pemerhati Poleang Tenggara kembali menyuarakan desakan mendesak kepada Gubernur Sulawesi Tenggara untuk segera menginstruksikan perbaikan menyeluruh ruas jalan di Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana. Kondisi jalan yang rusak parah dinilai telah membahayakan pengguna jalan dan menghambat arus distribusi logistik serta hasil produksi masyarakat setempat.
Meskipun Pemerintah Provinsi Sultra telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30,9 miliar dalam rencana peningkatan ruas jalan Kasipute–Lora–Bambaea sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang dijadwalkan mulai 2026, masyarakat menilai bahwa kondisi di lapangan sudah sangat darurat dan tidak bisa menunggu hingga tahun tersebut.
“Jalan ini bukan hanya urusan kenyamanan, tapi sudah menyentuh persoalan keselamatan dan roda ekonomi. Setiap hari, truk bermuatan berat melintas di jalur yang rusak parah. Jalan yang tidak layak ini membuat biaya operasional kendaraan membengkak dan waktu tempuh menjadi tidak pasti,” ujar Israfil Muhajirin, koordinator lapangan Aliansi Pemuda ko Pemerhati Poleang Tenggara.
Dalam siaran pers yang diterima di Kendari, Rabu, aliansi menyampaikan tiga tuntutan pokok:
1. Perbaikan segera dilakukan sebelum memasuki musim hujan yang berpotensi memperparah kerusakan.
2. Pengaspalan atau pengecoran permanen dengan spesifikasi teknis yang mampu menahan beban kendaraan berat.
3. Kepastian jadwal dan target waktu pelaksanaan yang jelas dan mengikat, bukan sekadar wacana publik.
Sementara itu, Alfian Muhajirin selaku penggagas gerakan penanaman pohon di sepanjang ruas jalan tersebut menyatakan aksi simbolik itu merupakan bentuk teguran keras sekaligus pengingat agar eksekusi di lapangan segera terlihat.
“Kami tidak ingin hanya mendengar omon-omon. Bukti nyata di lapangan adalah satu-satunya jawaban atas kegundahan kami. Kontraktor yang bertanggung jawab harus segera bergerak merata, tidak parsial,” tegas Alfian.
Aliansi juga menyoroti pentingnya transparansi anggaran. Mereka meminta Dinas PUPR Provinsi Sultra untuk mengaudit ulang prioritas perbaikan, agar tidak ada lagi tumpang tindih atau pekerjaan yang tidak tepat guna.
Latar belakangRuas jalan Kasipute–Lora–Bambaea merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan produksi pertanian dan perkebunan di Poleang Tenggara dengan pusat-pusat ekonomi di Bombana. Kerusakan yang tidak tertangani secara sistematis telah berlangsung bertahun-tahun.
Penulis : asar buton














