Kendari, Mediasekawan.com 11 Juni 2026 – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Muhamadiyah Kendari (UMKendari) menyoroti kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Menurutnya, kenaikan BBM bukan sekadar persoalan energi, melainkan persoalan yang berkaitan langsung dengan biaya hidup rakyat.
Kenaikan harga BBM, tegasnya, berpotensi memicu peningkatan biaya transportasi dan distribusi barang, yang pada akhirnya dapat mendorong naiknya harga kebutuhan pokok. Kondisi ini dikhawatirkan semakin membebani masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah yang saat ini masih menghadapi beragam tekanan ekonomi.
Lebih lanjut, kenaikan BBM juga berpotensi menekan daya beli masyarakat, menghambat aktivitas pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), serta memperbesar beban ekonomi rumah tangga. Jika tidak diimbangi dengan kebijakan perlindungan sosial yang memadai, dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua BEM Fakultas Teknik UMKendari menegaskan bahwa setiap kebijakan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat harus mempertimbangkan aspek keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Negara, lanjutnya, harus memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak semakin memperberat kondisi masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual, BEM Fakultas Teknik UM Kendari menyatakan akan terus mengawal dan mengkaji berbagai kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap masyarakat, demi menyuarakan kepentingan rakyat secara berkelanjutan.














