KENDARI,MEDIASEKAWAN.COM. — Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di ruang publik perkotaan. Seorang anak laki-laki ditemukan meninggal dunia di Perempatan Lampu Merah Wua-Wua, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis malam (29/1/2026). Korban diduga kuat menjadi korban tabrak lari di salah satu persimpangan tersibuk di kota tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.00 WITA, di tengah hujan dan padatnya arus lalu lintas. Sejumlah warga yang berada di lokasi menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan lampu merah PLN Wua-Wua.
“Sekitar jam tujuh malam kejadiannya, tepat di lampu merah PLN Wua-Wua,” ujar Rifki, warga setempat, kepada wartawan.
Berdasarkan keterangan warga, kendaraan yang diduga menabrak korban langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Hingga kini, identitas kendaraan maupun pengemudinya belum diketahui.
Warga mengenal korban sebagai anak jalanan yang kerap berada di persimpangan tersebut untuk meminta belas kasihan pengguna jalan.
“Anaknya memang sering duduk di situ. Kalau bahasa kasarnya, dia mengemis,” ungkap Rifki.
Peristiwa ini menyoroti kerentanan anak-anak jalanan yang kerap beraktivitas di ruang lalu lintas tanpa perlindungan, terlebih saat kondisi cuaca buruk dan arus kendaraan padat.
Kanit Gakkum Laka Lantas Satlantas Polresta Kendari, IPTU Syamsiar, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan polisi masih melakukan penyelidikan intensif di lokasi kejadian dengan memeriksa sejumlah saksi.
“Anggota piket masih di TKP, sedang mencari dan memeriksa saksi-saksi,” kata IPTU Syamsiar melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum berhasil diungkap. Polisi juga masih mendalami kronologi kejadian dan memburu pelaku tabrak lari yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban.
Kasus ini kini ditangani oleh Satlantas Polresta Kendari. Aparat mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan.**














