MUNA – MEDIASEKAWAN.COM.|| DPRD Kabupaten Muna menyatakan sikap atas polemik yang terjadi di Desa Laiba, Kecamatan Parigi. Lembaga legislatif daerah tersebut memastikan akan mengambil peran aktif dalam memediasi persoalan yang berkembang, menyusul aksi lanjutan pemuda dan mahasiswa Desa Laiba yang mendatangi Kantor DPRD, Rabu (11/2/26).
Kedatangan massa disambut langsung oleh Ketua DPRD Muna, Muhammad Rahim, bertepatan dengan penutupan masa sidang. Dalam pertemuan terbuka itu, perwakilan pemuda menyampaikan sejumlah tuntutan dan meminta DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap dinamika yang terjadi di desa mereka.
Ketua DPRD Muna, Muhammad Rahim, menegaskan bahwa DPRD siap menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah agar persoalan yang mencuat tidak berlarut-larut. Ia juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi pemuda dalam mengawal aspirasi warga.
“Kepada seluruh pemuda dan mahasiswa Desa Laiba yang hari ini konsisten menyampaikan aspirasi-aspirasi rakyat yang ada di Desa Laiba, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Teruslah mengawal aspirasi rakyat dan jangan pernah bosan,” ujar Muhammad Rahim di hadapan massa aksi.
Rahim menjelaskan, meskipun DPRD memasuki masa reses selama sepekan, pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dan siap memfasilitasi mediasi dengan pemerintah daerah guna mencari solusi atas persoalan yang ada, termasuk terkait status balai desa yang turut disoroti dalam tuntutan warga.
“Insya Allah kita siap memediasi dengan pemerintah daerah agar persoalan yang ada di Desa Laiba, termasuk soal status balai desa dan hal-hal lain yang menjadi tuntutan teman-teman, bisa diselesaikan secara baik,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Aksi, Ali Sabilah yang akrab disapa Ober, menegaskan bahwa langkah mendatangi DPRD merupakan bagian dari upaya konstitusional masyarakat dalam mencari penyelesaian yang transparan dan berkeadilan. Ia berharap DPRD tidak hanya menerima aspirasi, tetapi benar-benar mengawal prosesnya hingga tuntas.
“Kami datang ke DPRD untuk memastikan ada langkah konkret. Kami ingin mediasi yang terbuka dan penyelesaian yang jelas, agar persoalan di Desa Laiba tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” kata Ober.
Menurutnya, pemuda dan masyarakat Desa Laiba akan terus mengawal perkembangan tindak lanjut dari DPRD maupun pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa gerakan tersebut murni demi kepentingan masyarakat dan perbaikan tata kelola pemerintahan desa.
Aksi di halaman DPRD berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa membawa tuntutan tertulis dan berharap komitmen mediasi yang disampaikan Ketua DPRD segera direalisasikan dalam bentuk pertemuan resmi antara pihak-pihak terkait.
Dengan pernyataan kesiapan mediasi dari DPRD Muna, masyarakat Desa Laiba kini menanti langkah konkret yang diambil oleh lembaga legislatif tersebut dalam memastikan penyelesaian polemik berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. (AO)














