Bombana — Kodim 1431/Bombana resmi memulai pembangunan Jembatan Perintis Garuda melalui kegiatan ground breaking yang digelar di Dusun Lemboeya 1, Desa Rompu-Rompu, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Selasa (7/4/2026).
Jembatan sepanjang 50 meter tersebut dibangun sebagai solusi atas kebutuhan akses penghubung yang aman bagi masyarakat di dua wilayah kecamatan yang selama ini harus melintasi jembatan rusak dan rawan membahayakan keselamatan warga.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1431/Bombana, Mayor Arm Bambang, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab persoalan yang telah lama dihadapi masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini merupakan respons atas persoalan keselamatan warga yang berlangsung cukup lama. Negara hadir untuk mengurangi risiko yang dihadapi masyarakat, terutama anak-anak, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan tidak hanya bertujuan membuka akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari percepatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat di daerah. Dalam pelaksanaannya, TNI terlibat langsung untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Mayor Bambang menambahkan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya akan terintegrasi dengan program penguatan ekonomi masyarakat, seperti pengembangan koperasi desa, ketahanan pangan, dan peningkatan aktivitas pertanian.

“Pembangunan jembatan ini tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk koperasi desa dan ketahanan pangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Rompu-Rompu, Darwis, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat Dusun Lemboeya 1.
“Kami atas nama masyarakat sangat bersyukur dan berterima kasih. Selama ini jembatan yang digunakan warga sudah rusak parah dan sangat membahayakan, terutama saat musim hujan,” ungkap Darwis.
Ia menjelaskan, jembatan lama merupakan satu-satunya akses penghubung warga menuju Dusun Jatie, Desa Biru. Kondisi tersebut selama ini menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas, mulai dari transportasi, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi.
Dengan dibangunnya Jembatan Perintis Garuda, masyarakat berharap mobilitas warga menjadi lebih aman, lancar, dan efisien. Kehadiran jembatan baru ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. /Red.














