Kendari, Mediasekawan,com. — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari menegaskan arah gerak organisasi pada periode 2025–2026 akan berfokus pada penguatan gerakan kolektif dan peningkatan intelektualitas kader. Langkah ini dinilai penting sebagai pondasi utama dalam mengintervensi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Pelantikan Gabungan HMI Cabang Kendari dan Cabang Baubau, yang secara resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Besar HMI, Handy Muharam, di Aula Kandai, Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu (8/11/2025).
Mengusung tema “The Power of HMI: Reposisi Kepemimpinan HMI sebagai Laboratorium Peradaban Umat dan Bangsa,” kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua cabang untuk mempertegas peran strategis organisasi dalam satu tahun ke depan.
Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Agusta Ngkurere, menuturkan bahwa konsolidasi ini merupakan langkah konkret untuk memastikan HMI tidak hanya fokus pada penguatan internal, tetapi juga berperan aktif dalam merespons realitas sosial dan politik.
“Sebagai organisasi perkaderan dan perjuangan, HMI Cabang Kendari berkomitmen mengawal isu-isu lokal maupun nasional sebagai wujud nyata penerjemahan identitas HMI. Gerakan kolektif dan intelektualitas kader adalah kuncinya,” tegas Agusta dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Baubau, La Awianto, menilai pelantikan gabungan ini sebagai ajang memperbarui semangat dan komitmen perjuangan kader HMI di wilayah Kepulauan Buton.
“Himpunan Mahasiswa Islam adalah organisasi yang melahirkan kader unggul dan berdaya saing untuk kepentingan umat dan bangsa. Kami di Cabang Baubau berkomitmen menjadi mitra kritis dan strategis bagi pemerintah daerah, sekaligus memperkuat kelembagaan dan kaderisasi,” ujarnya.
Agusta menambahkan, tema reposisi kepemimpinan yang diangkat menjadi refleksi atas kesadaran HMI untuk kembali pada khitahnya sebagai Laboratorium Peradaban — tempat lahirnya kader yang berintegritas dan memiliki daya juang tinggi bagi bangsa.
“Jabatan di HMI bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah pengabdian untuk umat dan bangsa. Kami siap menjadi garda terdepan dalam mengawal setiap kebijakan yang menyentuh kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Pelantikan gabungan dua cabang ini diharapkan menjadi simbol sinergi dan penguatan gerakan HMI di Sulawesi Tenggara, agar lebih efektif dalam mengawal isu-isu strategis daerah maupun nasional.(redaksi).










