Beranda / Uncategorized / Janji Smelter Tak Kunjung Nyata, HIPPMAR Soroti Dugaan Pengabaian Kepentingan Routa

Janji Smelter Tak Kunjung Nyata, HIPPMAR Soroti Dugaan Pengabaian Kepentingan Routa

ROUTA, MEDIA SEKAWAN.COM.(3 April 2026 ) — Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Routa (HIPPMAR) melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan sumber daya alam di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe. Mereka menilai, aktivitas pertambangan yang berlangsung saat ini mulai mengarah pada pengabaian komitmen perusahaan serta berpotensi merugikan masyarakat dan lingkungan.

Ketua HIPPMAR, Umar, menegaskan bahwa eksploitasi sumber daya alam di Routa tidak bisa lagi dianggap sebagai isu lokal semata. Ia menyebut, persoalan ini telah menjelma menjadi isu keadilan lingkungan dan sosial yang harus dikawal secara luas oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Routa bukan wilayah terisolasi. Ini bagian dari Konawe dan Sulawesi Tenggara. Ketika ada ketimpangan atau ketidakadilan, semua pihak berhak dan wajib mengawalnya,” tegas Umar.

Sorotan tajam HIPPMAR mengarah pada praktik pengiriman ore nikel ke luar daerah, termasuk ke Morowali. Mereka mempertanyakan konsistensi perusahaan terhadap komitmen awal pembangunan smelter di Routa—janji yang hingga kini belum menunjukkan realisasi nyata.

Menurut Umar, masyarakat tidak serta-merta menyerahkan lahan tanpa harapan. Ada ekspektasi besar yang ditanamkan sejak awal, yakni hadirnya smelter sebagai penggerak ekonomi lokal.

“Lahan diberikan bukan tanpa alasan. Ada janji pembangunan smelter. Kalau ore terus dikirim keluar, lalu apa yang tersisa untuk masyarakat Routa?” sindirnya.

HIPPMAR menilai, kondisi ini berpotensi menciptakan ketimpangan ekonomi, di mana sumber daya diambil dari Routa, namun nilai tambah justru dinikmati daerah lain.

Tak hanya itu, organisasi ini juga menyoroti minimnya transparansi perusahaan, terutama dalam pengelolaan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Corporate Social Responsibility (CSR), hingga reklamasi lahan pascatambang yang dinilai belum sepenuhnya terbuka ke publik.

“Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban. Tanpa itu, kepercayaan publik akan terus terkikis,” tegas Umar.

HIPPMAR juga mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap isu-isu pembangunan daerah. Mereka menekankan pentingnya peran pemuda dalam mengawal kebijakan secara kritis namun tetap objektif dan konstruktif.

Sebagai bentuk komitmen, HIPPMAR memastikan akan terus mengawal persoalan ini dan mendorong terbukanya ruang dialog antara masyarakat, pemerintah, dan pihak perusahaan. Tujuannya jelas: memastikan janji tidak sekadar retorika, serta menjamin perlindungan lingkungan dan hak masyarakat Routa tetap menjadi prioritas utama./Red,

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *