Beranda / Peristiwa / Harga BBM Eceran Capai Rp18 Ribu per Liter di Muna, BEM FKIP UHO Desak Pemerintah Bertindak

Harga BBM Eceran Capai Rp18 Ribu per Liter di Muna, BEM FKIP UHO Desak Pemerintah Bertindak

MUNA – MEDIASEKAWAN.COM.|| Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran di sejumlah wilayah Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, mendapat sorotan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO).

Sorotan tersebut disampaikan Menteri Politik dan Pemerintahan BEM FKIP UHO, Muhammad Nur Syafaat. Ia menilai tingginya harga BBM eceran berpotensi semakin membebani masyarakat, khususnya warga di wilayah pedesaan yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Menurut Muhammad Nur Syafaat, persoalan harga BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga menyangkut bagaimana distribusi BBM dapat menjangkau masyarakat dengan harga yang wajar. Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu melihat langsung kondisi yang terjadi di lapangan.

Berdasarkan kondisi yang ditemuinya, harga BBM eceran di sejumlah wilayah Kabupaten Muna mengalami kenaikan cukup tinggi. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian berada di Kecamatan Tongkuno, khususnya di beberapa desa.

“Di Kecamatan Tongkuno, khususnya di desa kami, harga BBM eceran saat ini sudah mencapai Rp18.000 per liter,” ujar Muhammad Nur Syafaat.

Ia mengatakan harga tersebut dinilai cukup memberatkan masyarakat. Terlebih bagi warga yang menggunakan sepeda motor sebagai sarana utama untuk bekerja, berdagang, mengakses layanan pendidikan, maupun menjalankan aktivitas ekonomi lainnya.

Muhammad Nur Syafaat meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Muna tidak hanya menerima laporan mengenai ketersediaan BBM, tetapi juga memastikan proses distribusinya berjalan secara efektif hingga ke wilayah pedesaan.

“Kami mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Muna untuk segera turun langsung ke lapangan, meninjau kondisi yang sebenarnya, memeriksa jalur distribusi BBM, serta mencari tahu faktor yang menyebabkan harga BBM di tingkat eceran masih sangat tinggi,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya koordinasi antara pemerintah daerah dengan pihak-pihak terkait, termasuk Pertamina, pemerintah provinsi, dan instansi pengawas lainnya. Koordinasi tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab tingginya harga sekaligus memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Menurutnya, langkah konkret diperlukan agar persoalan harga BBM tidak terus berlarut. Pemerintah diharapkan mampu menghadirkan solusi yang dapat menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengurangi beban masyarakat yang terdampak tingginya harga BBM eceran.

“Kami berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah. Tujuan kami bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan mendorong hadirnya solusi yang dapat meringankan beban masyarakat. Pemerintah harus hadir dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk BBM, dapat diakses dengan harga yang layak,” tambahnya.

BEM FKIP UHO juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait kondisi harga dan distribusi BBM di wilayah masing-masing. Menurut Muhammad Nur Syafaat, informasi dari lapangan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam mengambil langkah penanganan yang tepat.

Pernyataan mengenai harga BBM eceran Rp18.000 per liter merupakan keterangan yang disampaikan Muhammad Nur Syafaat berdasarkan kondisi yang ia temui di Kecamatan Tongkuno. Media Sekawan belum melakukan verifikasi independen terhadap harga tersebut di seluruh wilayah Kabupaten Muna. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *