Beranda / Sosial / Kapolres Bombana : Preman Berbalut Pakaian Polri

Kapolres Bombana : Preman Berbalut Pakaian Polri

KENDARI, MEDIASEKAWAN.COM – Di tengah gelombang protes yang dilayangkan oleh mahasiswa Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana, yang tergabung dalam IMPERMOL terkait rusaknya akses jalan yang jauh dari perhatian pemerintah daerah, aksi tersebut dicederai dengan adanya dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo. Ia diduga melakukan aksi pencekikan terhadap beberapa mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi di Kabupaten Bombana.(Jum’at/05/Juni/2026).

Menanggapi tindakan tersebut, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bombana mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan AKBP Eko Sutomo selaku Kapolres Bombana. Menurut IMM Bombana, tindakan itu telah menciderai hak-hak warga negara dalam menyampaikan pendapat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“IMM Bombana secara kelembagaan mengecam keras tindakan Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, yang telah melakukan tindakan kekerasan kepada mahasiswa yang tergabung dalam IMPERMOL, yang menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di daerah,” ujar Adam, perwakilan IMM Bombana.

Selain itu, tindakan AKBP Eko Sutomo dinilai telah jauh dari tugas dan fungsi kepolisian yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat, bukannya menjadi ancaman. Lebih lanjut, tindakan ini bukanlah kejadian pertama. Sebelumnya, pada bulan Februari 2026, AKBP Eko Sutomo juga telah mempertontonkan tindakan premanisme kepada masyarakat dengan mencekik massa aksi yang menyampaikan pendapat.

IMM Bombana juga meminta kepada Kapolda Sulawesi Tenggara dan Bidang Propam Polda Sultra untuk segera mencopot AKBP Eko Sutomo dari jabatannya sebagai Kapolres Bombana, serta melaksanakan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan karena adanya dugaan pelanggaran etik dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri, yakni dengan melakukan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa.

Di samping itu, Pimpinan Cabang IMM Bombana mengajak seluruh elemen pemuda, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersatu dalam menanggapi tindakan kekerasan Kapolres Bombana tersebut. Jika perbuatan ini terus dibiarkan, akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan demokrasi dan stabilitas keamanan daerah, akibat pendekatan Polres Bombana yang menggunakan kekerasan dibandingkan langkah humanis dalam menghadapi masyarakat.

“IMM Bombana menghimbau kepada seluruh elemen pemuda, mahasiswa, dan masyarakat untuk bersatu dalam mengawal kasus kekerasan yang dilakukan oleh Kapolres Bombana. Karena meskipun hari ini bukan kita yang merasakan tindakan tersebut, tidak menutup kemungkinan hari esok kita yang akan menjadi korban tindakan premanisme oleh aparat penegak hukum,” tutupnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *