Beranda / Peristiwa / Kekeringan Bombana, TMI Sultra dan BWS IV Sepakati Survei Bendungan, Petani Terdampak 1.196 Hektare Didesak Dapat Bantuan

Kekeringan Bombana, TMI Sultra dan BWS IV Sepakati Survei Bendungan, Petani Terdampak 1.196 Hektare Didesak Dapat Bantuan

Kendari,Mediasekawan.com 3 September 2026 — Ancaman kekeringan yang berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Bombana mendorong Tani Merdeka Indonesia (TMI) Sulawesi Tenggara mencari solusi jangka panjang.

Ketua Satgas TMI Sultra, Andhy Ardian, bersama pengurus TMI wilayah Kendari, Bombana, Kolaka, dan Kolaka Utara, melakukan koordinasi dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Sulawesi Tenggara, Kamis (3/9/2026).

Koordinasi tersebut membahas usulan pembangunan bendungan dan embung. Khususnya Bombana sebagai upaya mengatasi keterbatasan sumber air yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan petani.

Andhy mengatakan, pihak BWS IV Sultra telah merespons usulan tersebut dan menyatakan survei serta studi kelayakan ditargetkan mulai dilakukan tahun ini.

“Alhamdulillah, pihak balai sudah merespons. Insyaallah tahun ini mulai dilakukan survei dan studi kelayakan,” ujar Andhy kepada Kabengga.id.kamis 3/9/2026.

Menurutnya, pembangunan bendungan dan embung merupakan solusi jangka panjang. Sementara untuk kondisi saat ini, pemerintah diminta segera memberikan bantuan kepada petani yang terdampak kekeringan.

Bombana menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup serius. TMI mencatat sekitar 1.196 hektare lahan pertanian terancam terdampak, sehingga diperlukan langkah penanganan yang lebih konkret.

Andhy mengungkapkan, TMI telah mengingatkan pemerintah sejak awal tahun agar melakukan langkah antisipasi. Ia berharap pemerintah tidak hanya menunggu dukungan anggaran dari pusat, tetapi juga mengambil langkah cepat untuk membantu petani.

“Harapan kami pemerintah betul-betul serius melakukan langkah efektif menangani dampak kekeringan. Petani yang terdampak juga perlu mendapat bantuan langsung,” tegasnya.

TMI juga meminta pemerintah mempertimbangkan bantuan bagi petani yang mengalami kerusakan lahan dan gagal panen akibat kekeringan.

Kepada para petani Bombana, Andhy meminta agar tetap bersabar. TMI, kata dia, akan terus mengawal upaya mendapatkan bantuan sekaligus mendorong realisasi pembangunan infrastruktur sumber air.

“Alhamdulillah sudah ada respons dari balai. Kami akan terus berupaya agar petani mendapatkan bantuan secepatnya,” pungkasnya.

Redaksi : Mediasekawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *