MEDIASEKAWAN.COM. – 30 pengurus baru Himpunan Ide Teladan Wuna periode 2026 – 2027 resmi dilantik oleh kepala desa Wuna. Pelantikan berlangsung di balai pertemuan desa Wuna yang dihadiri oleh senior – senior alumni, pelajar, perwakilan pemuda dan perempuan hingga kalangan tokoh masyarakat.
Ketua Umum Hitela Wuna, Anjas asmara menuturkan bahwa prosesi pelantikan kali ini sangat berbeda dengan pelantikan kepengurusan sebelum nya. Elemen masyarakat, pemuda pelajar hingga perwakilan perempuan turut membersamai sebagai bukti kebahagiaan dan kepercayaan mereka kepada kepengurusan yang baru ini. Hadirnya berbagai kalangan ini tidak lain dikarenakan proses pelantikan dirangkaikan langsung dengan forum dialog kemasyarakatan untuk saling bertukar aspirasi yang nantinya menjadi titik balik program dan progres pengurus baru.
Mahasiswa 18 tahun itu juga menyatakan siap membuktikan kepada semua kalangan bahwa paguyuban bukan sekedar wadah tapi juga merupakan unsur pembangunan didesa yang wajib diperhitungkan. Mereka menyokong dengan program program pemberdayaan diberbagai elemen. Sudah seyogyanya setiap desa atau kecamatan yang maju diukur dengan kualitas pengurus paguyuban sebagai penyeimbang kebijakan pemerintah, ucapnya.
Hitela Wuna sendiri adalah paguyuban desa pertama di kecamatan barangka yang terbentuk sejak 2015 dikala itu selalu menjadi cermin bagi paguyuban baru yang dibentuk. Namun karna berkali kali vakum dibeberapa kepengurusan kredibilitas masyarakat pun menurun, progresifitas kelembagaan sebagai penyeimbang desa telah pudar.ini lah yang menjadi kaca pembelajaran para mahasiswa yang tergabung dalam Hitela Wuna untuk mereformasi kembali paguyuban desa Wuna dan mewujudkan nya sebagaimana esensinya
“Kami adalah generasi baru yang ditakdirkan untuk Hitela Wuna yang lebih baik lagi, diawal kepengurusan pasca mubes sebelum pelantikan kami telah mengadakan program semu yang sukses dan lebih progresif yang belum pernah dilaksanakan dikepengurusan sebelum nya ” ujar anjas.
Dalam sebuah paguyuban, mahasiswa berperan Sentral namun terkadang paguyuban justru dijadikan alat politik semu dan pengambilan kebijakan serta program yang dilaksanakan tidak berorientasi pada keberlanjutan pembangunan dan pemberdayaan potensi yang ada pada desa. “Kepengurusan Hitela Wuna yang baru menawarkan sebuah program yang diskusi nya berawal dari aspirasi masyarakat sehingga dalam implementasinya mampu menjawab apa yang nyata menjadi tantangan bersama. Kami juga menolak segala bentuk politisasi dan intervensi kelembagaan dan tetap berfokus pada Reformasi esensi paguyuban sebagai wadah silaturahmi dan pengembangan” Tambah nya.
Masyarakat telah menaruh harapan yang besar dibekali dengan kepercayaan meluapkan aspirasi pada mahasiswa dihadapan pemerintah Desa. Ketua Umum Hitela Wuna bersama pengurus nya pun telah meletakkan komitmen untuk melahirkan program program yang lebih progresif dan sesuai dengan visi misi serta akan konsisten memberikan kinerja yang terbaik yang diharapkan berimplikasi positif bagi kalangan masyarakat, pemuda, pelajar hingga menjadi oposisi yang sehat bagi pemerintah Desa Wuna.
” Terakhir kami ingin mengucapkan kepada seluruh pihak senior alumni yang juga telah membantu dan mendukung hingga pengurus Hitela Wuna yang baru dilantik. Harapan nya Hitela Wuna di masa sekarang akan jauh lebih baik lagi dan berani membuat terobosan yang memulihkan esensi daripada paguyuban itu sendiri” Tutup anjas.














