KONAWE SELATAN ,MEDIA SEKAWAN. COM. (29 Agustus 2026).— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler Berdampak (KKN ReBa) Batch II Tahun 2026 Universitas Halu Oleo (UHO) turut membantu Pemerintah Desa Kiaea, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan, memperbarui data kependudukan masyarakat.
Program tersebut menjadi salah satu agenda mahasiswa selama menjalani masa pengabdian selama 30 hari di Desa Kiaea. Langkah ini dilakukan setelah mahasiswa menemukan bahwa pengelolaan data kependudukan di desa tersebut belum tertata secara optimal.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UHO di Desa Kiaea, La Ode Muhammad Alfikram, mengatakan pembaruan data kependudukan penting untuk mendukung perencanaan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut dia, data kependudukan bersifat dinamis. Perubahan akibat kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, perubahan status perkawinan hingga pekerjaan dapat membuat data administratif tidak lagi sesuai dengan kondisi faktual apabila tidak diperbarui secara berkala.
“Ketidakakuratan data kependudukan bisa berdampak langsung pada ketidaktepatan sasaran program pembangunan desa, alokasi bantuan sosial, sampai efektivitas pelayanan publik bagi masyarakat. Karena itu kami menjadikan pendataan kependudukan sebagai salah satu program prioritas selama KKN di Desa Kiaea,” ujar Alfikram.
Pendataan dilakukan di empat dusun dengan menghimpun sejumlah informasi, antara lain tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan, agama, serta informasi demografi lainnya.
Dalam prosesnya, mahasiswa bersama perangkat desa melakukan pendataan secara bertahap berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Data yang diperoleh kemudian diperiksa kembali untuk memastikan kelengkapan informasi sekaligus meminimalkan kemungkinan adanya data ganda maupun data yang terlewat.
Mahasiswa juga berkoordinasi dengan kepala dusun dan tokoh masyarakat. Sejumlah rumah warga didatangi untuk mencocokkan data yang tercatat dengan kondisi terbaru di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan agar data yang dihimpun tidak hanya mengandalkan dokumen administratif, tetapi juga mencerminkan kondisi masyarakat secara faktual. Data yang belum lengkap kemudian diverifikasi bersama perangkat desa sebelum dicatat, dikelompokkan, dan diperiksa kembali.
Hasil pembaruan dan verifikasi selanjutnya disusun menjadi dokumen atau buku data kependudukan Desa Kiaea dalam dua bentuk, yakni cetak dan digital. Dokumen tersebut disiapkan untuk diserahterimakan kepada Pemerintah Desa Kiaea agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi dalam kebutuhan administrasi maupun perencanaan pembangunan desa.
Data yang telah tersusun diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi penduduk berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, status perkawinan, serta kondisi sosial lainnya. Informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi pemerintah desa dalam menentukan prioritas program sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing dusun.
Bagi Pemerintah Desa Kiaea, pembaruan data tersebut diharapkan dapat memperkuat basis informasi dalam penyusunan dan pelaksanaan pembangunan desa. Data kependudukan juga dapat mendukung pelayanan administrasi, pendataan penerima bantuan, penyusunan program kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan potensi ekonomi desa.
Alfikram berharap data yang telah disusun bersama pemerintah desa tidak berhenti setelah program KKN berakhir. Ia mendorong agar pembaruan dilakukan secara berkala sehingga data tetap relevan dengan perkembangan masyarakat dan kondisi Desa Kiaea.
“Harapan kami, data yang sudah kami susun ini bisa terus diperbarui oleh pemerintah desa, supaya benar-benar bermanfaat sebagai dasar perencanaan pembangunan ke depan,” pungkasnya./Red.













