Kolaka, Mediasekawan.com 27 Agustus 2026 — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) di Desa Puulemo, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, menutup masa pengabdian selama 30 hari dengan membawa sejumlah program yang ditujukan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah desa.
Kehadiran mahasiswa KKN tidak ingin berhenti pada seremoni, dokumentasi, maupun sekadar menyelesaikan kewajiban akademik. Bagi mahasiswa KKN UHO di Desa Puulemo, keberhasilan pengabdian harus dibuktikan melalui program yang dapat digunakan, dikembangkan, dan dilanjutkan oleh masyarakat maupun pemerintah desa.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UHO Desa Puulemo, Ildam Saputra, menegaskan bahwa tagline KKN Berdampak harus dibuktikan melalui kerja nyata, bukan hanya menjadi slogan.
“Kami tidak ingin KKN hanya menjadi formalitas. Selama 30 hari, kami bekerja untuk membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa UHO di tengah masyarakat harus meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan bisa terus dilanjutkan setelah kami kembali ke kampus,” tegas Ildam.»
Salah satu program unggulan yang menjadi bagian dari warisan pengabdian mahasiswa adalah Peta Desa dan Website Desa. Kedua program tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung bagi desa dalam mengelola informasi, memperkenalkan potensi desa, serta mengikuti perkembangan transformasi digital.
Menurut Ildam, teknologi tidak boleh hanya menjadi milik pemerintah pusat maupun daerah. Desa juga harus mampu mengambil bagian dalam perkembangan teknologi dengan membangun sistem informasi yang dapat dikelola secara mandiri.
“Website desa yang kami buat jangan berhenti ketika KKN selesai. Kami berharap pemerintah desa dapat meneruskan dan mengelolanya secara aktif. Karena teknologi akan terus berkembang, dan desa harus ikut bergerak. Apa yang kami bangun hari ini harus menjadi awal, bukan akhir,” ujarnya.»
Selain Peta Desa dan Website Desa, mahasiswa KKN juga menjalankan sejumlah program kerja lainnya berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat Desa Puulemo. Seluruh program diarahkan agar memiliki manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ildam menegaskan, ukuran keberhasilan KKN bukan semata-mata berapa banyak program yang selesai dilaksanakan, melainkan seberapa jauh program tersebut mampu meninggalkan manfaat dan keberlanjutan bagi desa.
“Kami tidak mengukur keberhasilan hanya dari banyaknya kegiatan yang kami laksanakan. Bagi kami, keberhasilan itu ketika setelah kami pulang, masyarakat masih merasakan manfaat dan pemerintah desa masih menggunakan serta mengembangkan apa yang telah kami tinggalkan,” katanya.»
Selama 30 hari berada di Desa Puulemo, mahasiswa KKN UHO berupaya membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Pengabdian tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan akademik sekaligus belajar memahami persoalan dan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ildam bersama seluruh mahasiswa KKN UHO Desa Puulemo berharap program yang telah dilaksanakan tidak berhenti sebagai laporan akhir KKN, tetapi menjadi bagian dari proses pembangunan desa yang dapat terus dikembangkan.
“Kami datang bukan untuk sekadar singgah. Kami datang untuk mengabdi, bekerja, dan meninggalkan bukti. Karena KKN Berdampak bukan tentang berapa lama kami berada di desa, tetapi tentang apa yang kami tinggalkan setelah kami pergi.”tutupnya
Redaksi : Mediasekawan













