Kendari, Mediasekawan.com 21 Oktober 2026- Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan edukasi mengenai pemanfaatan informasi cuaca berbasis aplikasi publik. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2026, bertempat di lingkungan FISIP UHO Kendari.
Kegiatan ini merupakan inisiatif mandiri mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran untuk meningkatkan literasi digital, khususnya dalam memahami dan memanfaatkan informasi cuaca dan iklim yang tersedia untuk publik.
Dewi Sri Maharani, selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa tujuan utama dari demonstrasi ini adalah untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa bagaimana mengakses, membaca, dan memanfaatkan data prakiraan cuaca yang akurat dari sumber resmi dan terpercaya.
“Kami melaksanakan kegiatan ini supaya mahasiswa bisa lebih melek informasi, terutama informasi cuaca yang sangat dekat dengan aktivitas kita sehari-hari. Banyak kok aplikasi publik yang sebenarnya bisa kita manfaatkan secara gratis, tapi belum banyak yang tahu cara pakainya secara maksimal,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pemaparan materi singkat mengenai pentingnya informasi cuaca, dilanjutkan dengan demonstrasi langsung penggunaan aplikasi informasi cuaca yang tersedia di Play Store.
Mahasiswa memperagakan mulai dari proses pencarian lokasi, pembacaan prakiraan cuaca harian, peringatan dini, hingga informasi kualitas udara.
Kegiatan ini diharapkan bisa mendorong mahasiswa untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Sebagai penutup, panitia pelaksana menegaskan klarifikasi terkait kegiatan tersebut. Panitia menyatakan bahwa kegiatan demonstrasi pada Kamis, 15 Oktober 2026 ini merupakan inisiatif mandiri dan murni kegiatan edukasi Mahasiswa FISIP UHO.
“Kegiatan ini tidak berafiliasi, tidak mewakili, tidak bekerja sama, dan bukan merupakan kegiatan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kami hanya memanfaatkan aplikasi resmi milik BMKG yang dapat diakses publik sebagai bahan edukasi. Tidak ada surat yang mengatasnamakan BMKG dalam kegiatan ini. Seluruh aplikasi dan data yang ditampilkan adalah milik dan hak cipta BMKG sebagai sumber informasi publik.” tegasnya.
Redaksi : Mediasekawan












