Kendari, Mediasekawan.com 21 Oktober 2026 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo (UHO), melaksanakan wawancara dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kendari pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Pemanfaatan TikTok sebagai Media Pemasaran Digital dalam Mendorong Perubahan Perilaku UMKM di Kota Kendari”.
Kegiatan wawancara dilaksanakan di dua lokasi, yaitu kawasan Kali Kadia, Jalan Kolonel H. Abd. Hamid, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, serta Kolam Retensi Boulevard, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan wawancara secara langsung dengan pelaku UMKM kuliner, yakni Dapur Mommy Ell, Kebab Ayam Crispy, dan Marasa Food Kendari. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pelaku usaha dalam memanfaatkan TikTok sebagai media promosi, frekuensi mengunggah konten, penggunaan fitur-fitur TikTok, serta kendala yang dihadapi dalam memasarkan produk secara digital.
Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa para pelaku UMKM telah memanfaatkan TikTok untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk kepada masyarakat. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala dalam penerapannya, seperti kesulitan membuat konten yang menarik, mengedit video, serta memanfaatkan fitur TikTok secara optimal.
Setiap UMKM memiliki pengalaman yang berbeda dalam menggunakan TikTok. Dapur Mommy Ell memanfaatkan platform tersebut untuk mempromosikan produk dimsum, Kebab Ayam Crispy menggunakannya untuk memperkenalkan produk kebab dan burger, sedangkan Marasa Food Kendari mempromosikan produk mochi dan Dubai Chewy Cookie. Perbedaan tersebut memberikan gambaran mengenai variasi penggunaan media sosial dalam mendukung aktivitas pemasaran usaha kuliner di Kota Kendari.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan pendekatan komunikasi secara langsung agar proses wawancara dapat berjalan dengan baik. Meskipun pada awalnya beberapa pelaku usaha masih ragu untuk diwawancarai karena kesibukan berjualan, kerja sama antaranggota kelompok membantu membangun komunikasi yang lebih terbuka sehingga proses pengumpulan informasi dapat dilanjutkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan TikTok sebagai media pemasaran digital di kalangan pelaku UMKM Kota Kendari. Hasil wawancara diharapkan dapat menjadi bahan untuk memahami kebiasaan promosi, mengidentifikasi kendala pemasaran digital, serta mendukung pengembangan kajian mengenai penggunaan media sosial dalam aktivitas usaha.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam menerapkan keterampilan komunikasi dan wawancara secara langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam menggali informasi mengenai perkembangan pemasaran digital pada UMKM lokal.
Redaksi : Mediasekawan













